BREAKING NEWS
 

Kepemimpinan yang Teruji

Reporter & Editor :
BUDI RAHMAN HAKIM
Senin, 25 Mei 2026 08:11 WIB
BUDI RAHMAN HAKIM

RM.id  Rakyat Merdeka - Kepemimpinan tidak benar-benar terlihat saat keadaan tenang. Dalam situasi stabil, hampir semua orang bisa tampak meyakinkan. Watak pemimpin justru muncul ketika tekanan datang, kritik mengeras, dan keputusan harus diambil dalam kondisi tidak nyaman. Di situlah kualitas sebenarnya diuji.

Beberapa bulan terakhir memperlihatkan tekanan yang tidak ringan: kritik publik meningkat, kepercayaan mulai rapuh, dan konsekuensi kebijakan semakin terasa. Dalam situasi seperti ini, pemimpin dihadapkan pada pilihan moral—mendengar atau defensif, memperbaiki atau menyalahkan, mendekat atau menjaga jarak.

Baca juga : Memperbaiki atau Membela

Tekanan sering membuka sisi paling asli dari kekuasaan. Ada pemimpin yang semakin tertutup ketika disudutkan. Ada pula yang justru semakin terbuka. Ada yang sibuk menjaga citra, ada yang fokus menjaga kepercayaan. Perbedaan ini menentukan apakah tekanan akan melahirkan kematangan atau justru memperdalam krisis.

Adsense

Pemimpin yang teruji bukan yang bebas dari kesalahan. Ia adalah sosok yang tidak kehilangan orientasi ketika keadaan berubah. Ia tetap mampu melihat rakyat sebagai tujuan, bukan sekadar risiko politik yang harus dikelola. Ketika banyak orang memilih aman, ia tetap berani mengambil tanggung jawab.

Baca juga : Wibawa yang Menipis

Ronald Heifetz menjelaskan bahwa kepemimpinan adaptif menuntut kemampuan menghadapi tekanan tanpa lari dari kenyataan (Leadership Without Easy Answers, 1994). Pemimpin tidak cukup menjadi pengelola stabilitas; ia harus mampu membawa masyarakat melewati ketidaknyamanan menuju perubahan yang diperlukan.

Masalahnya, tekanan sering menggoda kekuasaan untuk kembali pada refleks lama: memperketat kontrol, mempersempit ruang kritik, dan memperbanyak pembelaan. Langkah-langkah ini mungkin memberi rasa aman sesaat, tetapi tidak menyelesaikan akar persoalan. Kepemimpinan sejati justru tumbuh dari keberanian menghadapi kenyataan apa adanya.

Baca juga : Bupati Sumedang Dony Ahmad Munir Komit Tingkatkan Layanan Puskesmas

Pemimpin diuji bukan saat tenang, tetapi saat disudutkan. Di titik itulah publik melihat apakah kekuasaan masih memiliki kedalaman moral atau hanya kemampuan bertahan. Karena pada akhirnya, sejarah tidak terlalu lama mengingat siapa yang paling kuat, tetapi siapa yang paling mampu menjaga arah di tengah tekanan.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense