Sebelumnya
Beberapa citra buruk masih lekat dengan keluarga besar Kepolisian kita. Korupsi internal, perdagangan kasus, percaloan, tebang pilih perkara, kurang gesit, pungutan liar, backing, internal mafioso, dan penyakit-penyakit oknum penegak hukum khas negara-negara sedang berkembang. Indikator dari masih bad governance polri dapat dilihat dari masih terindikasinya rekening gendut oknum polri.
Baca juga : Ngantor Di Pusat Krisis
Penunjukan Sigit yang merupakan sayap paling bersih di lingkungan kotor membinarkan harapan perubahan di lingkungan seragam cokelat. Sudah beberapa pergantian Kapolri namun belum satu pun memberi kepuasaan atas ikhtiar reformasi mental internal. Arus status quo dan penolakannya terlalu kuat.
Baca juga : Menyikapi Rekor Keterpaparan
Kita mendengar kabar baik, Jenderal Sigit usianya masih lumayan jauh dari pensiun. So lebih dari lima tahun. Karena itu bila ia bersinar sejak awal maka berharap cukup waktu baginya untuk melakukan reformasi cukup lama diharapkan sampai ke akar-akarnya. Reformasi mental tidak hanya lipstik dan kulit luar namun mendasar.
Baca juga : Covid-19 Dan Bencana Alam
Welcome aboard Komjen Sigit, semoga bisa menjadi teladan dalam memimpin perubahan. Sudah terlalu lama publik pesimis nyaris putus harapan dan patah arang dengan polri baru yang reformis dan truly profesional. Selamat bertugas dan salam dua jari untuk revolusi mental keluarga besar Kepolisian Republik Indonesia. Merdeka! (*)
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.