RM.id Rakyat Merdeka - Piala Dunia menyukai pahlawan yang tak biasa-biasa saja. Contoh konkretnya, kiper Kroasia Dominik Livakovic.
Saat menjejakkan kaki di Qatar, Livakovic tak membawa nama besar. Tapi faktanya, pemain kelahiran 9 Januari 1995 itu berperan penting meloloskan Kroasia ke semifinal. Daya magisnya luar biasa.
Dalam lima hari, pemain kelahiran 9 Januari 1995 itu berhasil menunjukkan kedigdayaannya di dua pertandingan, yang berakhir lewat drama adu penalti.
Tak cukup dengan menyelamatkan gawang Kroasia dari serangan Jepang lewat adu penalti 3-1 di babak 16 besar pada Senin (5/12), Livakovic mengusir favorit juara Brazil dari ajang Piala Dunia 2022, dengan kemenangan penalti 4-2 di Education City Stadium, Sabtu (10/12) dini hari WIB.
Baca juga : Bekuk Belanda, Argentina Lawan Kroasia Di Semifinal
Dalam 120 menit pertandingan, Livakovic melakukan 11 kali aksi penyelamatan.
Pertahanan pertama bobol, ketika Neymar mencetak gol spektakuler untuk Brazil di perpanjangan waktu. Namun, pemain pengganti Bruno Petkovic berhasil menyamakan kedudukan imbang 1-1.
Lanjut ke adu penalti, Livakovic makin on fire. Meski hanya mencetak satu penyelamatan, upayanya sangat menentukan. Aksi brilian Livakovic, mampu membendung penalti pertama Brazil lewat Rodrygo. Sementara empat algojo penalti Kroasia, tak ada yang gagal menjebol gawang Brazil.
Kemenangan 4-2 untuk Kroasia dibungkus, setelah bek Brazil Marquinhos gigit jari, karena tendangan penaltinya membentur gawang.
Baca juga : Brazil Tersingkir, Silva: Sakit Banget
"Livakovic melakukan apa yang seharusnya dia lakukan. Penyelamatan pertamanya, mendongkrak rasa percaya diri tim kami, dan membikin gentar lawan," kata pelatih Kroasia, Zlatko Dalic seperti dikutip BBC International.
Dia pun memuji penampilan Livakovic di sepanjang laga perempat final itu. Menurutnya, Brazil berhasil menciptakan sejumlah peluang, melalui kualitas dan kecepatan mereka. Namun, aksi gemilang Livakovic berhasil mengubur impian tim Selecao.
"Livakovic ada di saat-saat penting, untuk menyelamatkan tim,"ucap Zlatko Dalic.
Kegagalan Marquinhos menjebol gawang Kroasia, sontak membuat seluruh pemain berkostum kotak-kotak merah putih bersorak. Mereka berlari mengerubungi Livakovic, untuk merayakan kemenangan.
Bintang Dinamo Zagreb berusia 27 tahun itu masih tampak terkejut, saat berbicara kepada media usai pertandingan. Dia terlihat begitu bangga memegang trofi Player of The Match.
Baca juga : Brazil Tersingkir, Tite Langsung Minggir
Livakovic merupakan satu-satunya awak Kroasia, yang merumput di negara sendiri. Dia bemain untuk Dinamo Zagreb.
Performa ciamiknya di Qatar, berhasil membuat Livakovic mensejajarkan diri dengan pemain Argentina Sergio Goycochea, bintang Jerman Harald Schumacher, dan rekan senegaranya Danijel Subasic sebagai satu-satunya kiper Piala Dunia, yang melakukan empat penyelamatan dalam drama adu penalti.
Ditanya bagaimana tim Kroasia memiliki kekuatan mental untuk meraih kesuksesan dua kali berturut-turut, Livakovic menjawab simpel.
"Yang jelas, kami berpengalaman. Kami dibesarkan sebagai petarung. Kami berusaha keras. Kami memberikan yang terbaik. Itulah kunci sukses," tuturnya, mantap. ***
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.