RM.id Rakyat Merdeka - Kemenangan yang dirasakan petenis putra Tommy Paul di babak perempat final ajang ATP 500 Dallas Open 2025 terasa canggung. Paul menyingkirkan Reilly Opelka yang merupakan sahabat sejak masih masa junior.
Berlaga di Ford Center The Star, Frisco, Texas, Amerika Serikat (AS), kemarin Waktu Indonesia Barat (WIB), Paul menang dua set langsung 7-6 (7-3), 6-2. Tapi, kemenangan itu terasa canggung bagi Paul. Pasalnya, Opelka merupakan karibnya sejak masa junior.
Bukan sekadar karib, Paul dan Opelka diketahui tumbuh besar dan selalu berlatih bersama. Mereka juga tinggal di asrama junior bersama. Bahkan, mereka juga berbagi rumah bersama hingga beranjak jadi pemain profesional.
“Setiap kali kami mengatakannya, mereka tidak percaya. Pada dasarnya kami memainkan jadwal yang sama sepanjang karier kami,” kata Paul, setelah pertandingan.
Baca juga : Jadi Tersangka Kasus Jiwasraya, Dirjen Anggaran Kemenkeu Ditahan Kejaksaan Agung
Kata Paul, Opelka mengawali karir profesionalnya sedikit lebih awal darinya. Untuk kemudian absen untuk beberapa waktu. Tapi, selain itu Paul dan Opelka telah memainkan turnamen yang hampir sama di sepanjang karier mereka. Dia bilang, mereka terlalu dekat untuk bertanding satu sama lain berkali-kali.
“Tapi, cukup menyenangkan bisa bermain satu sama lain dalam laga yang cukup besar di sini, di AS,” ucap petenis AS itu.
Di laga itu, Paul dan Opelka butuh beberapa waktu untuk menyesuaikan diri. Unggulan ketiga itu akhirnya melakukan servis ketika pukulan π£π’π€π¬π©π’π―π₯ dua tangannya yang biasanya dapat diandalkan tidak bisa ditembakkan pada level yang diharapkannya. Menurut Paul, sebelum laga, mereka sama sekali tidak “janjian”.
“Kami tidak benar-benar memikirkannya. Tapi, wow pukulan π΄ππͺπ€π¦ saya terasa lebih baik dari π£π’π€π¬π©π’π―π₯ saya sekarang,” terangnya.
Baca juga : Tatib DPR Melebar Jadi Isu Pecat Pejabat, Dasco Bingung
Di semifinal, Paul akan menantang Denis Shapovalov. Sebelumnya, Shapovalov menyingkirkan unggulan keenam Tomas Machac dengan skor 7-6 (7-5), 6-0. Kemenangan ini meneruskan tren positif yang sedang dijalani petenis Kanada itu. Shapovalov sebelumnya menyingkirkan andalan tuan rumah Taylor Fritz di babak 16 besar.
“Luar biasa bisa bermain dengan cara saya. Senang, karena merasa permainan saya kembali dan secara fisik, lebih baik,” kata Shapovalov.
Sempat menduduki peringkat 10 dunia pada 2020, Shapovalov mengalami penurunan selama beberapa tahun terakhir karena serangkaian cedera. Dia mulai naik kembali akhir tahun lalu. Dengan memenangkan ππ¦π³π£πͺπ’π― ππ±π¦π― 2024. Shapovalov mengaku, situasi sangat menyulitkannya. Dia bahkan sempat tidak tahu, apakah bisa kembali atau tidak.
“Saya tidak tahu apakah bisa kembali ke lapangan. Ada banyak hari yang sulit,” katanya.
Baca juga : Cara Kementerian Hemat Anggaran, Matikan Listrik-Kurangi Lift
Laga semifinal lain akan diisi duel antara Casper Ruud melawan Jaume Munar. Di babak sebelumnya, Ruud menang πΈπ’ππ¬π°π·π¦π³ atas Yoshihito Nishioka. Ruud sedang unggul 7-5, 3-2 saat Nishioka memutuskan mundur karena cedera bahu.
Usai laga, Ruud mengungkapkan keprihatinan atas situasi yang dialami Nishioka. Petenis Norwegia itu menyebut Nishioka memulai pertandingan dengan baik. Hanya saja, dia merasa Nishioka tidak menampilkan kecepatan yang biasa dimilikinya di awal pertandingan.
“Mungkin ada sesuatu yang sedikit mengganggunya. Biasanya, dia merupakan pemain yang baik dari π£π’π΄π¦ππͺπ―π¦,” kata Ruud.
Di laga lainnya, Munar berhasil mengalahkan petenis Italia Matteo Arnaldi. Petenis Spanyol itu memenangkan laga panjang selama tiga set dengan skor akhir 6-4, 3-6, 6-3. [PYB]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.