Dark/Light Mode

Pemerintah Hemat Anggaran Perjalanan Dinas, Pengusaha Hotel Menjerit

Sutrisno Iwantono: Akan Berpengaruh Terhadap Hotel

Sabtu, 8 Februari 2025 07:40 WIB
Sutrisno Iwantono, Ketua PHRI Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Sutrisno Iwantono, Ketua PHRI Jakarta. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Rencana penghematan anggaran di sektor perjalanan dinas oleh Pemerintah, direspons pengusaha pariwisata, hotel dan restoran. Mereka berharap, Pemerintah mengkaji ulang kebijakan penghematan tersebut.

Ketua Umum Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Hariyadi Sukamdani mengungkapkan, selama ini kegiatan Pemerintah di hotel dan restoran, menggerakkan perekonomian. Dia khawatir, kebijakan tentang penghematan ini, berdampak buruk bagi pertumbuhan ekonomi.

"Harapan kami, itu ditinjau lagi, karena ini adalah salah satu yang juga menjadi tugas stimulus untuk pertumbuhan ekonomi di daerah," kata Hariyadi, Jumat (24/1/2025), dikutip dari CNNIndonesia.com.

Dia menjelaskan, 40 persen pangsa pasar jasa akomodasi, adalah kegiatan perjalanan dinas Pemerintah. Angka itu menembus 70 persen di daerah-daerah Indonesia timur. "Jadi, nanti bisa menurunkan pertumbuhan ekonomi di daerah," ujarnya.

Baca juga : Legislator Khawatir Tak Bisa Penuhi Janji Politik

Hariyadi berharap, Pemerintah mempertimbangkan ulang kebijakan pemangkasan anggaran perjalanan dinas.

"Pernah dilakukan, akhirnya dibatalkan karena memang tidak efisien untuk Pemerintah sendiri," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto mengatakan, sudah ada penghematan Rp 20 triliun dari pemangkasan acara-acara seremonial Pemerintah. Salah satu yang dia tekankan adalah pengurangan perjalanan dinas.

Prabowo berpendapat, anggaran negara bisa digunakan untuk program-program strategis. Misalnya, untuk memperbaiki gedung-gedung sekolah yang rusak.

Baca juga : PKB Bidik 100 Kursi Senayan

"Perjalanan dinas dikurangi, saya potong setengah. Dengan setengah, kita bisa menghemat Rp 20 triliun lebih," ucap Prabowo pada pembukaan Sidang Kabinet Paripurna di Kantor Presiden, Jakarta, Rabu (22/1/2025).

Ketua PHRI Jakarta Sutrisno Iwantono menilai, kebijakan penghematan dinas cukup signifikan bagi sektor pariwisata, hotel dan restoran. Pasalnya, kata dia, jika Aparatur Sipil Negara (ASN) tidak ada acara atau tidak menginap, akan mempengaruhi pendapatan.

"Karena, memang banyak kontribusi kegiatan ASN kepada penginapan atau hotel," ujar Sutrisno kepada Rakyat Merdeka, Jumat (7/2/2025).

Sementara itu, Anggota Komisi VII DPR Muhammad Zulfikar Suhardi menilai, kebijakan ini strategis dan efisien. Sebab, kata Zulfikar, ini akan menghemat Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Baca juga : 505 Kepala Daerah Bakal Dilantik Serentak

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Sutrisno Iwantono.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.