RM.id Rakyat Merdeka - Ferrari mengambil langkah berani menjelang perubahan regulasi Formula 1 2026. Tim asal Italia itu memutuskan mengalihkan fokus lebih awal ke proyek mobil generasi baru, SF-26, dengan melibatkan langsung Lewis Hamilton sebagai figur sentral dalam pengembangannya.
Juara dunia tujuh kali tersebut bekerja bersama Charles Leclerc sejak tahap awal perancangan, menyusul regulasi baru yang dinilai sebagai yang paling kompleks dalam sejarah modern F1. Aturan 2026 akan mengubah keseimbangan teknis mobil secara signifikan, dengan unit tenaga berbasis 50 persen listrik dan 50 persen pembakaran internal.
Sebagai konsekuensi dari strategi jangka panjang ini, Ferrari menghentikan pengembangan mobil musim 2025 sejak akhir April lalu. Seluruh sumber daya teknis, termasuk riset dan pengujian, diarahkan penuh untuk menghadapi era baru tersebut.
Baca juga : Prabowo Targetkan RI Bebas Kemiskinan Ekstrem Di 2029, Pendidikan Jadi Kunci
Charles Leclerc mengungkapkan bahwa keterlibatan pembalap dalam proyek ini jauh lebih besar dibandingkan musim-musim sebelumnya. Kompleksitas sistem membuat masukan pembalap menjadi faktor krusial sejak awal.
“Regulasi 2026 menuntut tingkat persiapan yang jauh lebih tinggi, khususnya bagi pembalap. Banyak sistem baru yang harus dipahami dan dioptimalkan, itulah mengapa kami dilibatkan sejak awal,” ujar Leclerc seperti dikutip dari ESPN, Senin (25/1/2026).
Peran Hamilton dinilai sangat strategis. Pengalamannya melintasi berbagai perubahan regulasi—mulai dari era mesin V8, V6 turbo hybrid, hingga revolusi aerodinamika—memberikan perspektif berharga bagi Ferrari yang tengah membangun ulang fondasi teknis tim.
Baca juga : Paviliun RI Jadi Panggung Promosi Proyek Unggulan
Musim 2026 dipandang sebagai titik balik Ferrari. Pada musim lalu, Scuderia harus puas finis di posisi keempat klasemen konstruktor tanpa satu pun kemenangan, catatan terburuk mereka dalam beberapa tahun terakhir.
Untuk menyongsong kebangkitan, Ferrari juga melakukan restrukturisasi internal, terutama dalam alur pengambilan keputusan teknis. Fokus pengembangan kini tertuju pada efisiensi unit tenaga, pengelolaan energi, serta penyelarasan aerodinamika dengan regulasi sasis yang lebih ketat.
Leclerc menambahkan, tantangan utama mobil 2026 bukan sekadar kecepatan, melainkan kemampuan pembalap mengelola energi sepanjang balapan.
Baca juga : Formula 1, Hamilton Happy Pake Ferrari SF-25
“Manajemen energi akan menjadi aspek paling signifikan. Pada awalnya kami harus banyak mengandalkan insting, lalu beralih ke data yang presisi,” katanya.
Di saat Ferrari mematangkan persiapan, dinamika tim lain juga mulai terlihat. Williams dilaporkan menghadapi kendala pada fase uji coba awal, sementara beberapa tim papan atas mulai memperlihatkan arah pengembangan aerodinamika masing-masing.
Situasi ini mempertegas satu hal: Ferrari tak ingin mengulangi ketertinggalan di awal era regulasi. Dengan Hamilton sebagai salah satu poros utama proyek SF-26, Scuderia berharap bisa kembali menjadi penentu arah persaingan di Formula 1.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.