RM.id Rakyat Merdeka - Suhu dingin dan rumput sintetis menyulitkan para pemain Inter tampil agresif. Momentum itu dimanfaatkan tuan tumah dengan sempurna.
Langkah Inter Milan di babak playoff Liga Champions tersendat. Bertandang ke markas Bodo/Glimt, Nerazzurri takluk 1-3 pada leg pertama, hasil yang memaksa mereka berada di ujung tanduk jelang laga penentuan di Giuseppe Meazza pekan depan.
Baca juga : Formula 1, Mobil Baru Ferrari Ada DNA Hamilton
Kekalahan ini memang tidak sepenuhnya mengejutkan. Bodo/Glimt musim ini telah mem buktikan diri sebagai kuda hitam berbahaya dengan menumbangkan raksasa seperti Manchester City dan Atletico Madrid. Namun, bagi Inter yang musim lalu mencapai Final Liga Champions, tetap menjadi sinyal peringatan serius.
Bermain dalam suhu dingin Norwegia dan di atas lapangan sintetis Stadion Aspmyra, Inter dipaksa menyerah setelah tuan rumah mencetak dua gol cepat di babak kedua. Alih-alih tampil lebih agresif, tim asuhan Cristian Chivu justru kehilangan intensitas. Bodo/Glimt memanfaatkan momentum dan atmosfer stadion dengan sempurna.
Baca juga : Sudah Tiba di Amerika, Prabowo Bawa Misi Perdamaian-Ekonomi
Pelatih Inter Cristian Chivu tak menampik faktor lapangan sintetis menjadi tantangan tersendiri. Namun, dia menegaskan hal tersebut bukan pembenaran atas kekalahan timnya.
“Kami sudah berusaha, meski kondisi lapangan berbeda. Tapi itu bukan alasan,” ujar Chivu.
Baca juga : Cair Minggu Depan, THR ASN Tembus 55 Triliun
“Mereka lebih beradaptasi dengan lapangan ini, tapi sekali lagi itu bukan alasan. Duel masih terbuka, masih ada leg kedua,” tambahnya.
Masalah Inter tak berhenti di papan skor. Kapten sekaligus ujung tombak mereka, Lautaro Martinez, harus ditarik keluar akibat cedera otot. [JON]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.