RM.id Rakyat Merdeka - Pengurus Besar Olahraga Domino Nasional (PB ORADO) berkomitmen memperkuat pembinaan dan tata kelola olahraga domino secara nasional. Penegasan itu disampaikan dalam pelantikan kepengurusan ORADO Jawa Timur periode 2026–2030, di Surabaya, Sabtu (28/2/2026).
Ketua Umum PB ORADO, Yooky Tjahrial, menyebut bahwa Jawa Timur menjadi salah satu provinsi strategis dalam pengembangan domino sebagai cabang olahraga prestasi.
“Jawa Timur menunjukkan kesiapan yang sangat baik, baik dari sisi struktur organisasi maupun program kerja. Ini menjadi fondasi penting untuk membangun sistem kompetisi yang berjenjang dan berkelanjutan,” ujar Yooky, dalam keterangan resminya, Senin (3/3/2026).
Ia menegaskan, PB ORADO membawa visi besar menjadikan domino sebagai bagian dari industri olahraga nasional. Menurutnya, domino harus dikelola secara profesional, modern, dan mampu menjadi tontonan yang menarik.
Baca juga : Politisi Golkar Minta Proyek Galian Jalan Di Jakarta Kelar Pada 2029
“Domino tidak lagi dipandang sekadar permainan rekreasi. Kami ingin membangun ekosistem yang lengkap, mulai dari klub, liga yang terstruktur, hingga penyelenggaraan event berkualitas. Olahraga domino harus mampu menggerakkan industri dan menghadirkan nilai ekonomi,” ucapnya.
PB ORADO juga mendorong konsistensi penyelenggaraan Kejuaraan Cabang (Kejurcab) dan Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) sebagai ajang penjaringan atlet menuju Kejuaraan Nasional (Kejurnas), Pekan Olahraga Nasional (PON), hingga target jangka panjang pada multi event internasional.
Ketua Humas PB ORADO, Henry Kurnia Adhi atau Jhon LBF, menegaskan pembenahan organisasi menjadi prioritas utama untuk meningkatkan kepercayaan publik terhadap olahraga domino.
“Kami memastikan seluruh program berjalan berbasis sistem yang terukur dan transparan. Pelatihan 60 wasit yang melibatkan 38 kabupaten/kota di Jawa Timur adalah langkah konkret untuk menjamin kompetisi yang fair dan profesional,” jelas Henry.
Baca juga : Dukung Menpora, KemenPPPA Perkuat Pencegahan Kekerasan Seksual di Olahraga
Ia menambahkan, sepanjang 2 hingga 30 Maret 2026, ORADO Jawa Timur telah menyiapkan agenda pertandingan yang padat guna meningkatkan populasi atlet dan mengaktifkan klub-klub di daerah.
“Semakin rutin kompetisi digelar, semakin kuat ekosistemnya. Potensi atlet di Jawa Timur sangat besar. Di Banyuwangi saja tercatat sekitar 70 atlet aktif. Ini menunjukkan pembinaan berjalan dan harus terus diperkuat,” ungkapnya.
Henry juga menyampaikan bahwa secara struktur kepengurusan, ORADO telah memenuhi persyaratan di tingkat pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota.
“Kami optimistis proses pengesahan akan berjalan baik. PB ORADO siap bersinergi dengan seluruh pemangku kepentingan untuk membawa domino menjadi cabang olahraga yang diakui dan berprestasi,” pungkasnya.
Baca juga : Dewan Komisaris Pertamina Pastikan Keandalan Produksi Gas di Blok Cepu
Melalui penguatan organisasi, pembinaan berkelanjutan, dan pengembangan industri olahraga, PB ORADO optimistis domino semakin diterima sebagai cabang olahraga kompetitif di tingkat nasional.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.