RM.id Rakyat Merdeka - Upaya legenda tenis Novak Djokovic mencetak sejarah baru di turnamen BNP Paribas Open kandas di tangan petenis muda asal Inggris, Jack Draper.
Dalam pertarungan dramatis tiga set di Indian Wells kemarin, Kamis (12/3/2026) WIB, Djokovic kalah dengan skor 4-6, 6-4, dan 7-6(5).
Hal ini memaksa sang juara lima kali angkat koper lebih cepat, sekaligus meloloskan Draper ke babak perempat final untuk melanjutkan misi mempertahankan gelarnya.
Pertandingan yang sangat menguras fisik dan mental ini menyuguhkan tontonan berkelas sejak set pertama.
Baca juga : Lindungi Rakyat dari Berbagai Tantangan, Prabowo Minta Doa dan Dukungan Ulama
Ketegangan mencapai puncaknya pada set penentu ketika Draper, petenis kidal berusia 24 tahun, gagal menutup laga saat memegang servis di kedudukan 5-4.
Namun, alih-alih goyah, ia berhasil menguasai keadaan dan sukses mengunci kemenangan krusial di fase tie-break.
Hasil ini menjadi pembuktian luar biasa bagi Draper yang baru melakoni turnamen Tur ATP keduanya sejak absen panjang akibat cedera lengan pasca-US Open tahun lalu.
Adu pukulan keras dari garis belakang (baseline) mendominasi jalannya pertandingan. Momen paling spektakuler terjadi pada gim pembuka set ketiga, di mana kedua petenis terlibat dalam reli panjang sebanyak 26 pukulan yang membuat seluruh penonton di stadion berdiri memberikan tepuk tangan gemuruh.
Baca juga : Praperadilannya Ditolak, Yaqut Gigit Jari
Intensitas persaingan yang tinggi tersebut rupanya sangat membebani Djokovic. Petenis berusia 38 tahun itu beberapa kali terlihat kehabisan napas dan harus berjuang keras memulihkan tenaganya seusai melakoni reli panjang. Sementara Draper justru memukul bola dengan otoritas yang semakin tinggi.
Keberhasilan menumbangkan salah satu raksasa tenis dunia ini memberikan kebanggaan tersendiri bagi sang petenis muda. Ia menilai daya juang dan ketenangannya menjadi kunci utama untuk keluar dari tekanan.
“Saya tampil di sini malam ini dan memenangi pertandingan itu melalui tekad dan mencoba memecahkan masalah serta melakukan yang terbaik dan memiliki sikap yang hebat,” ungkap Draper dilansir laman ATP.
Ia juga tidak memungkiri betapa emosionalnya kemenangan tersebut, mengingat sosok lawan nya adalah pahlawan masa kecilnya.
Baca juga : Dipastikan Purbaya, Ekonomi RI Nggak Bakal Resesi
“Tampil di sini melawan Novak, bagi saya dia adalah pemain tenis terhebat yang pernah ada, dan seseorang yang saya kagumi dan tonton sejak saya masih kecil. Melakukan hal ini, saya sangat bangga pada diri saya sendiri,” tambahnya.
Kemenangan emosional ini membuat rekor pertemuan Draper dengan sang pemilik 101 gelar level tur tersebut menjadi imbang 1-1, membalas kekalahannya di Wimbledon pada 2021 silam.
Pada babak perempat final, unggulan ke-14 ini bersiap menghadapi tantangan berat lainnya dari Daniil Medvedev, yang lolos usai menundukkan Alex Michelsen 6-2, 6-4.
Di sisi lain, kekalahan ini secara otomatis mengubur ambisi Djokovic untuk menyamai rekor Roger Federer dan Rafael Nadal sebagai satu-satunya petenis putra yang mampu menembus perempat final turnamen Indian Wells sebanyak 10 kali sepanjang sejarah. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.