RM.id Rakyat Merdeka - Kutukan tuan rumah masih berlanjut di Piala Dunia 2026. Amerika Serikat (AS), Kanada, dan Meksiko kompak rontok di babak 16 besar. Tiga negara penyelenggara itu, kini cuma jadi penonton saat perebutan trofi mema suki babak perempat final.
Piala Dunia edisi kali ini memang mencatat sejarah karena untuk pertama kalinya digelar di tiga negara sekaligus. Namun, status sebagai tuan rumah ternyata tak cukup membawa Kanada, Meksiko, maupun AS melangkah lebih jauh.
Kanada menjadi tuan rumah pertama yang angkat koper setelah dihajar Maroko 0-3, Minggu (5/7/ 2026).
Baca juga : Barbuk Suap Bupati Kuansing, KPK Temukan Dan Sita Land Cruiser LC300
Sehari kemudian, giliran Meksiko tersingkir. Bermain di Stadion Azteca yang bergemuruh mendukung El Tri, pasukan Javier Aguirre harus mengakui keunggulan Inggris 2-3 dalam laga dramatis.
Nasib serupa dialami Amerika Serikat. The Stars and Stripes dibantai Belgia 1-4, Selasa (7/7/2026) pagi WIB. Kekalahan ini terasa makin menyakitkan karena AS sempat mendapat angin segar setelah penyerang Folarin Balogun diizinkan tampil usai FIFA mencabut hukuman larangan bermainnya.
Balogun sebelumnya menerima kartu merah saat menghadapi Bosnia-Herzegovina di babak 32 besar. Sesuai aturan, Bologun tidak bisa menjalani satu pertandingan.
Baca juga : Anis Hidayah: Hukuman Mati Itu Pelanggaran HAM
Namun, kurang dari dua hari sebelum duel kontra Belgia, FIFA menangguhkan hukuman tersebut. Keputusan itu memicu kontroversi setelah Presiden AS Donald Trump mengaku meminta Presiden FIFA Gianni Infantino meninjau kembali kartu merah Balogun.
Meski demikian, pelatih AS, Mauricio Pochettino menegaskan, polemik tersebut sama sekali bukan penyebab kekalahan timnya. Menurut dia, Belgia memang tampil jauh lebih baik.
“Saya sangat frustrasi dan kecewa terhadap orang-orang yang seharusnya memahami situasi ini. Ini bukan alasan. Hari ini memang bukan hari kami,” ujar Pochettino, dikutip Reuters.
Baca juga : Yudi Purnomo: Hukuman Mati Jalan Singkat Perkecil Korupsi
Pelatih asal Argentina itu juga mengisyaratkan akan mengevaluasi masa depannya setelah kontraknya berakhir seusai Piala Dunia. “Sekarang waktunya beristirahat sejenak, berpikir, berdiskusi, lalu melihat keputusan dari federasi dan juga dari kami,” katanya.
Meski gagal melangkah lebih jauh, Pochettino tetap bangga dengan perkembangan timnya. “Saya pikir kami telah meletakkan prinsip-prinsip untuk masa depan Timnas AS,” tegasnya.
Sementara itu, pelatih Kanada Jesse Marsch menilai kegagalan menembus delapan besar bukan akhir segalanya. Menurutnya, Kanada telah menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing di level tertinggi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.