BREAKING NEWS
 

China Open 2026, Garuda Ngamuk Di Kandang Naga

Reporter : M ADE AL KAUTSAR
Editor : RIFFMY
Rabu, 22 Juli 2026 06:15 WIB
Putri Kusuma Wardani. (Foto: Dok. PBSI)

RM.id  Rakyat Merdeka - Awalan manis berhasil diukir para pebulu tangkis Indonesia pada babak pertama ajang BWF World Tour Super 1000 China Open 2026. Tampil di bawah bayang-bayang tekanan publik tuan rumah China di Gimnasium Xincheng dan Olympic Sports Center Gymnasium, Selasa (21/7/2026), penggawa Merah Putih justru sukses menunjukkan dominasi mereka. 

Tiga wakil dari sektor tunggal putri, ganda putra, dan ganda campuran kompak menyegel tiket ke babak 16 besar dengan performa yang meyakinkan sekaligus menegaskan kesiapan fisik maupun mental. 

Keberhasilan ini tidak didapat dengan mudah, mengingat para pemain harus langsung beradaptasi dengan kondisi arena yang cukup menantang sejak menit pertama. 

Bertanding di tengah embusan angin yang kencang menjadi ujian tersendiri yang membedakan turnamen ini dengan Japan Open pekan lalu. Meski begitu, determinasi tinggi dan kematangan strategi di lapangan membuat skuad Garuda mampu keluar dari tekanan untuk menjaga asa juara di salah satu turnamen paling bergengsi dalam kalender BWF tersebut. 

Kemenangan impresif pertama datang dari sektor tunggal putri melalui ujung tombak Indonesia, Putri Kusuma Wardani

Baca juga : Protes Gerakan Kecoak Goyang Kursi PM Modi

Tampil percaya diri sebagai unggulan keenam, pemain yang akrab disapa Putri KW ini sukses membungkam wakil tuan rumah, Han Qian Xi, lewat kemenangan straight game dengan skor kembar 21-16 dan 21-16. 

Kemenangan solid tanpa harus melewati gim penentuan ini langsung melambungkan optimisme Putri. “Saya belum pernah mencapai babak semifinal Super 1000 dan semoga di sini bisa. Target pertamanya itu dulu,” kata Putri dalam keterangan resmi Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI), Selasa (21/7/2026). 

Selain berani menetapkan target tinggi menembus semifinal untuk pertama kalinya, Putri bersyukur laganya berjalan lancar tanpa ada keluhan cedera. 

Menghadapi kondisi lapangan yang jauh lebih berangin dibandingkan saat berlaga di Jepang, ia mengakui bahwa kelancaran adaptasi menjadi kunci utamanya. 

Adsense

Meski Han Qian Xi sempat mempercepat tempo dan memamerkan variasi bola depan net yang tipis nan merepotkan di akhir gim kedua, ketenangan Putri membuatnya sukses meredam perlawanan tersebut. Banyaknya poin yang didapat dari kesalahan Han Qian Xi. 

Baca juga : Brinette Lefrandt, Harapan Satu None Jaksel

Kini, Putri mulai mengalihkan fokus untuk menghadapi wakil Thailand, Busanan Ongbamrungphan, pada babak 16 besar dengan prinsip pantang meremehkan siapa pun. 

Tren positif di “kandang naga” turut diteruskan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani yang bermain agresif. Pasangan unggulan keenam ini sukses menghentikan perlawanan alot ganda racikan baru asal negara tetangga Malaysia, Aaron Chia/Aaron Tai. 

Dalam duel ketat yang menghabiskan waktu selama 38 menit tersebut, Sabar/Reza berhasil mengunci kemenangan dua gim langsung dengan skor 21-17 dan 21-19, meskipun mereka sempat dipaksa tertinggal poin lebih dulu pada hampir sepanjang jalannya gim kedua. 

Permainan taktis dengan terus mengendalikan area depan net menjadi kunci utama kemenangan Sabar/Reza dalam meredam agresivitas duo Aaron. Kondisi fisik yang berangsur pulih juga menjadi pendorong krusial, mengingat Reza sebelumnya sempat terkendala masalah kebugaran seusai dari Jepang. “Kondisi punggung masih ada terasa sedikit tapi sudah 80 persen membaik setelah ada beberapa kali treatment kemarin,” ungkap Reza lega. 

Ia mengakui bahwa duo Malaysia itu sangat berbahaya secara individu berkat pengalaman Aaron Chia dan bakat mumpuni Aaron Tai, sehingga menembus pertahanan mereka memang membutuhkan kesabaran tingkat tinggi dan kewaspadaan sejak awal laga. 

Baca juga : Tetapkan Tiga Tersangka Kasus Batu Bara, Polisi Komit Bertindak Tanpa Pandang Bulu

Berbeda dengan dua wakil sebelumnya yang memastikan kemenangan dalam dua gim langsung, ganda campuran Rehan Naufal Kusharjanto/Gloria Emanuelle Widjaja justru harus memeras keringat jauh lebih banyak. Menghadapi racikan Skotlandia, Alexander Dunn/ Julie Macpherson, Rehan/Gloria dipaksa bermain tiga gim yang sangat melelahkan dan menguras emosi. 

Setelah susah payah mengamankan gim pertama, mereka kecolongan di fase deuce panjang pada gim kedua karena permainan yang mulai mengendur, sebelum akhirnya sukses bangkit mendominasi laga penentuan untuk menang dengan skor akhir 22-20, 23-25, dan 21-14. 

Absen dari atmosfer pertandingan kompetitif selama lebih dari sebulan rupanya membuat Gloria merasa sempat kehilangan insting bertandingnya pada poin-poin awal. Kondisi sulit ini diperparah dengan kelirunya penerapan strategi akibat embusan angin di arena yang ternyata berbalik arah dari saat mereka menjalani sesi latihan sehari sebelumnya. “Di luar itu memang kami keliru menerapkan strategi gim pertama dan kedua karena kondisi kalah-menang anginnya berbalik dari saat latihan kemarin,” jelas Gloria. Beruntung, pola permainan langsung mereka ubah dengan drastis di gim ketiga, mempercepat tempo untuk kembali fokus mencuri poin demi poin. 

Kemenangan krusial di babak pembuka ini disadari sepenuhnya Rehan sebagai modal penting untuk mengejar ketertinggalan mereka di peta persaingan ganda campuran dunia. [SAR]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense