BREAKING NEWS
 

River Plate Diguncang Prahara

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Selasa, 4 Agustus 2026 06:20 WIB
River menyamai rekor kekalahan terburuk di 1911. (Foto: Instagram/riverplate)

RM.id  Rakyat Merdeka - River menyamai rekor lima kekalahan beruntun di kompetisi resmi Argentina yang pernah terjadi pada 1911. Manajemen, pelatih sampai pemain diamuk suporter.

Suporter River Plate meledak dalam kemarahan di Stadion Monumental, menyusul kekalahan 0-1 atas Rosario Central dalam laga pekan ketiga turnamen Clausura 2026. Prahara mengguncang klub bersejarah di Argentina tersebut. 

Sejak menit-menit awal pertandingan, ketegangan terlihat jelas di tribun Monumental. Saat penyiar internal mengumumkan nama-nama pemain, mereka disambut cemoohan keras. Pelatih Eduardo Coudet pun tidak luput dari kemarahan. 

Baca juga : Kasus Febrie Adriansyah: Ada Dokumen Disita di Rumah Kebayoran

Satu-satunya gol datang melalui gol bunuh diri bek senior Nicolas Otamendi, yang menyulut api kemarahan di tribun. Suporter menyanyikan yel-yel terkenal mereka: “Bergeraklah wahai River, bergeraklah.” 

Adsense

Seruan-seruan meningkat dari seluruh penjuru stadion, mencakup para pemain dan manajemen, sebelum mencapai puncaknya dengan seruan serentak: “Mereka semua harus pergi.” 

Di lorong-lorong dan ruang tunggu stadion, sekelompok suporter menyanyikan yel-yel yang mencolok: “Mari kita semua bersorak untuk kembalinya Ramon...”, merujuk kepada pelatih bersejarah Ramon Diaz, yang saat ini tidak menangani klub mana pun. 

Baca juga : Ditelepon MBS, Trump Batal Serang Iran

River pun menelan kekalahan kelima secara beruntun di turnamen-turnamen Federasi Sepakbola Argentina, rangkaian terburuk dalam sejarahnya. Rangkaian ini dimulai setelah kekalahan di Final Apertura dari Belgrano, berlanjut dengan kekalahan di Superclasico dari rival Boca Juniors. 

Ketidakpuasan suporter Millonarios bermula sejak akhir tahun lalu, ketika tim gagal memenuhi harapan meski Marcelo Gallardo saat itu masih bertahan. Awal tahun 2026 menyaksikan pemecatan pelatih tersukses dalam sejarah klub, yang kemudian digantikan Coudet, tetapi hasil terus menurun. 

Ini adalah kali pertama manajemen baru menghadapi kritik dan seruan permusuhan sebanyak ini sejak kedatangan mereka di klub, yang mengisyaratkan krisis manajerial. [GO]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense