RM.id Rakyat Merdeka - Pembalap muda Mercedes, Andrea Kimi Antonelli, menjelma menjadi ancaman nyata bagi para juara dunia Formula 1 pada musim 2026. Baru berusia 19 tahun, pebalap asal Italia itu tampil luar biasa sepanjang paruh pertama musim hingga memimpin klasemen sementara.
Antonelli berhasil menggeser dominasi nama-nama besar seperti Lewis Hamilton maupun para pesaing lainnya.
Tak banyak yang menyangka lonjakan performa Antonelli akan datang secepat ini. Setelah menjalani musim debut yang naik turun pada 2025, talenta binaan Mercedes itu langsung meledak pada tahun keduanya. Ia membuka musim dengan finis kedua di Grand Prix Australia sebelum meraih kemenangan perdana di GP China.
Kemenangan berikutnya di Jepang membuatnya menjadi pemimpin klasemen termuda sepanjang sejarah Formula 1.
Baca juga : Kasus Febrie Adriansyah: Ada Dokumen Disita di Rumah Kebayoran
Setelah itu, Antonelli kembali berjaya di Miami, Kanada, dan Monako sehingga mengukuhkan posisinya di puncak persaingan menuju gelar dunia.
Meski sempat gagal finis di GP Spanyol akibat kendala teknis, performanya tetap konsisten. Kemampuannya memaksimalkan hasil pada setiap balapan membuat Antonelli terus bertahan di posisi teratas klasemen. Penampilannya menjadi bukti bahwa ia bukan sekadar pembalap muda berbakat, melainkan kandidat kuat juara dunia musim ini.
Di tengah kebangkitan Antonelli, Lewis Hamilton juga menunjukkan perubahan besar bersama Ferrari. Setelah musim pertamanya bersama tim asal Italia itu pada 2025 berjalan mengecewakan, juara dunia tujuh kali tersebut tampil jauh lebih kompetitif sepanjang 2026. Hamilton mulai naik podium di China, kemudian kembali finis tiga besar di Kanada dan Monako sebelum akhirnya meraih kemenangan pertamanya bersama Ferrari di GP Spanyol.
Hamilton mengutarakan perubahan mental dan fisik menjadi kunci kebangkitannya. “Tahun lalu benar-benar tidak berjalan baik. Kini suasana di dalam tim lebih harmonis. Saya lebih bugar, lebih sehat, dan datang dengan sikap yang jauh lebih baik,” ujarnya dilansir laman F1, Senin (3/8/2026).
Baca juga : Ditelepon MBS, Trump Batal Serang Iran
Performa Ferrari yang terus membaik membuat Hamilton kini menjadi penantang terdekat Antonelli dalam perebutan gelar juara dunia. Persaingan keduanya diperkirakan akan menjadi sorotan utama sepanjang paruh kedua musim.
Di sisi lain, persaingan pengembangan mobil menjadi faktor yang semakin menentukan pada musim pertama era regulasi teknis baru Formula 1. Mercedes memang tampil dominan pada seri pembuka di Australia, tetapi keunggulan itu perlahan tergerus setelah tim-tim rival membawa berbagai paket pembaruan.
Dalam lima balapan terakhir sebelum jeda musim panas, lima pembalap berbeda dari tiga tim berhasil bergantian naik podium tertinggi. Perang pengembangan juga memengaruhi persaingan di papan tengah. Racing Bulls berhasil naik menjadi pemimpin kelompok tersebut, sementara Alpine justru kehilangan daya saing setelah sempat mengawali musim dengan baik. Haas mengalami nasib serupa karena perkembangan mobil mereka kalah cepat dibanding para pesaing.
Meski demikian, sejumlah tim telah menyiapkan pembaruan baru untuk paruh kedua musim sehingga peta persaingan masih berpeluang berubah.
Baca juga : Dipastikan Polri & Gubernur Pramono, Jakarta Aman & Kondusif
Williams dan Aston Martin menjadi dua tim yang harus menerima kenyataan pahit sepanjang awal musim. Williams yang musim lalu finis kelima klasemen konstruktor justru terpuruk setelah terlambat menyiapkan mobil baru. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.