RM.id Rakyat Merdeka - Langkah Novak Djokovic pada turnamen tenis Grand Slam US Open 2026 terhenti secara dramatis sejak babak pertama.
Petenis veteran asal Serbia tersebut terpaksa angkat koper lebih awal usai ditundukkan wakil Argentina, Mariano Navone, melalui pertarungan sengit lima set dengan skor 6-7 (5/7), 7-5, 6-4, 2-6, dan 1-6 di New York, Amerika Serikat, Senin (31/8/2026) WIB.
Kekalahan pemilik 24 gelar Grand Slam tersebut terbilang mengejutkan. Djokovic sebenarnya sempat memimpin dua set berbanding satu dan bahkan unggul satu break pada set keempat. Namun, dominasi petenis berjuluk The Joker itu mendadak luntur akibat gangguan fisik hebat yang mendera tubuhnya sepanjang laga, sehingga Navone berhasil memanfaatkan momentum untuk merebut dua set terakhir secara beruntun.
Baca juga : AS Kembali Bombardir Iran Di Selat Hormuz
Memasuki sesi jumpa pers seusai laga, Djokovic tak menutupi penderitaan fisik yang dialaminya di lapangan. Ia mengakui bahwa penurunan kondisi tubuhnya sebenarnya telah menjadi ganjalan utama dalam kurun waktu yang cukup lama.
“Saya pikir sudah jelas bahwa saya merasakan kondisi yang sangat buruk di lapangan. Sayangnya, itu adalah sesuatu yang saya alami hampir di setiap pertandingan tahun ini,” ujar petenis berusia 39 tahun tersebut.
Rasa mual hebat hingga membuat Djokovic muntah berulang kali dilaporkan menjadi pemicu utama merosotnya ketahanan fisiknya secara drastis. Masalah tersebut kemudian memicu kram otot yang menjalar ke seluruh tubuh, hingga akhirnya melumpuhkan daya juangnya di area punggung dan bahu. “Muntah menjadi masalah serius. Kemudian seluruh tubuh saya mulai tidak berfungsi, kram dan rasa sakit,” katanya.
Baca juga : Agnez Mo, Top 2 Terpopuler IMDb STARmeter
Beratnya beban fisik yang menimpa sempat memunculkan niat dalam diri Djokovic untuk menyelesaikannya lebih cepat dengan mengundurkan diri dari laga. Akan tetapi, keberhasilannya merebut set kedua dan ketiga menghadirkan sedikit dorongan psikologis untuk terus bertahan di atas lapangan.
“Saya sempat mempertimbangkannya. Tetapi kemudian saya memenangi satu set, lalu set ketiga, sehingga saya berpikir mungkin masih ada peluang,” tutur Djokovic.
Hasil pahit di Arthur Ashe Stadium ini mencatatkan rekor kelam baru dalam perjalanan karier sang megabintang. Kekalahan ini merupakan kali pertama Djokovic tersingkir pada babak awal turnamen major sejak Australian Open 2006 silam. Kendati demikian, ia enggan meratapi catatan sejarah tersebut dan memilih berfokus pada pemulihan tubuhnya usai laga berat itu.
Baca juga : Pemadaman Karhutla Terkendala Air & Angin
Di tengah penurunan kondisi fisik yang kian parah, Djokovic sempat menitikkan air mata tatkala penonton di New York bersorak memberikan dukungan emosional saat ia tertinggal 1-3 pada set penentuan. Ia merasa sangat terharu oleh kehangatan publik yang berupaya membangkitkan semangat bertandingnya pada momen-momen kritis. “Dari perspektif penonton dan dukungan mereka, sungguh luar biasa sejak awal. Mereka berusaha mengangkat semangat saya pada momen-momen penting,” ungkapnya.
Perjalanan Djokovic di US Open 2026 pun resmi diakhiri dengan rasa penyesalan mendalam lantaran gagal menyajikan permainan terbaik bagi para penggemarnya. Meski ia mengaku hampir membenci setiap detik penderitaan fisik di lapangan, perlakuan hangat penonton menjadi penawar kekecewaan di akhir pertandingan. “Saya sangat menyesal tidak tampil sebaik yang seharusnya, tetapi cinta dan penghargaan yang mereka berikan pada akhir pertandingan benar-benar menyentuh hati saya,” pungkas Djokovic. [SAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.