RM.id Rakyat Merdeka - Jorge Martin siap menghadang ambisi Marc Márquez untuk menjuarai tiga seri secara beruntun atau hattrick. Pembalap Aprilia itu bakal gaspol di GP Austria di Sirkuit Red Bull Ring, Spielberg akhir pekan ini.
Sebagai diketahui, Márquez berhasil naik podium pertama di dua seri terdahulu: Aragón dan San Marino. Hasil ini membawa pembalap Ducati Lenovo itu memimpin klasemen MotoGP 2026.
Meski memiliki poin yang sama: 274 dengan Martin, The Baby Alien unggul di jumlah kemenangan. Bahkan di seri terakhir, Márquez mampu sapu bersih mulai dari sesi latihan, sprint, kualifikasi hingga balapan utama.
Martin mencoba bangkit setelah kehilangan peluang besar di San Marino. Ia sebenarnya tampil kompetitif dalam balapan tersebut. Pembalap Spanyol itu sempat mengejar Marquez dan mengambil alih posisi terdepan. Ia bahkan mampu memperlebar jarak sebelum masalah arm pump mengganggu penampilannya.
Baca juga : Geser Dari Timteng, Barat Berburu Minyak Venezuela
“Saat itu saya mengalami masalah arm pump yang besar. Kejadian itu sangat disayangkan karena membuat kami kehilangan peluang besar,” ujar Martin seperti dikutip dari Crash, kemarin.
Martin sempat mengira Marquez akan menjauh. Namun, situasi di lintasan justru memberinya kesempatan untuk memberikan tekanan. “Setelah itu saya bahkan bisa memperlebar jarak,” katanya.
Namun, masalah fisik membuatnya kehilangan kecepatan. Ia pun harus puas finis kelima, sementara Marquez keluar sebagai pemenang dan mengambil alih posisi teratas klasemen.
Hasil tersebut membuat Marquez memiliki peluang melanjutkan dominasinya di Austria. Kemenangan di Red Bull Ring akan menjadi yang ketiga secara beruntun setelah Aragon dan San Marino.
Baca juga : Maudy Ayunda , Minta Maaf Usai Dikritik Nirempati
Namun, performa Martin di San Marino menunjukkan bahwa Marquez sebetulnya bisa ia ditekan. Martin hanya perlu meningkatkan kondisi fisiknya agar bisa menjadi penantang utama Marquez.
Sementara itu, Ducati menyadari persaingan masih panjang. Manajer Umum Ducati Gigi Dall’Igna menegaskan belum ada yang bisa memastikan siapa yang akan menjadi juara dunia.
“Perjuangan belum usai. Masih ada tujuh balapan tersisa, sekitar sepertiga dari total musim kejuaraan, sehingga hasilnya belum bisa dipastikan,” ujar Dall’Igna.
Menurut Dall’Igna, pengalaman Marquez menjadi salah satu modal penting untuk menghadapi sisa musim. Juara dunia 9 kali itu dinilai mampu menjaga fokus meski tekanan perebutan gelar semakin besar.
Baca juga : Suahasil Ditugasi Kelola APBN Lebih Sehat & Kredibel
“Marc memiliki begitu banyak pengalaman sehingga, jujurnya, menurut saya tidak masalah jika ia melewatkan beberapa balapan tersisa antara sekarang hingga akhir tahun,” katanya.
Ducati juga masih harus memperhitungkan Aprilia. Selain Martin, Marco Bezzecchi tetap memiliki peluang dalam perebutan gelar meski gagal finis di San Marino setelah mengalami kecelakaan pada awal balapan.
Persoalan teknis turut menjadi perhatian Ducati. Tim asal Italia itu masih berupaya mengatasi masalah daya cengkram ban belakang dengan konstruksi keras saat berhadapan dengan Aprilia. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.