RM.id Rakyat Merdeka - Untuk kedua kalinya, Inter bangkit dari kebobolan dua gol dan menang. Pelatih Cristian Chivu ingin terus bermain terbuka meski berisiko.
Inter Milan kembali menunjukkan mental juaranya. Sempat tertinggal dua gol dalam 16 menit pertama, Nerazzurri bangkit dan menghajar Udinese 5-3 dalam lanjutan Serie A di Stadion Giuseppe Meazza.
Udinese menggebrak sejak awal pertandingan. James Abankwah membuka keunggulan pada menit ke-9 melalui sundulan, sebelum Jurgen Ekkelenkamp menggandakan skor pada menit ke-16.
Inter langsung merespons. Carlos Augusto memperkecil ketertinggalan lewat gol indah pada menit ke-26. Sembilan menit berselang, giliran Nicolo Barella yang mengubah skor menjadi 2-2.
Baca juga : Gaspol Di GP Austria, Martin Siap Hadang Ambisi Marc Marquez
Setelah jeda, Inter semakin menggila. Marcus Thuram membawa Si Ular berbalik unggul pada menit ke-57.
Francesco Pio Esposito kemudian memperlebar keunggulan menjadi 4-2 pada menit ke-67. Ange-Yoan Bonny ikut mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-79 untuk membawa Inter unggul 5-2.
Udinese sempat memperkecil ketertinggalan melalui Idrissa Gueye pada masa tambahan waktu.
Kemenangan ini membuat Inter mengoleksi 12 poin dari empat pertandingan. Mereka berada di posisi kedua, hanya kalah selisih gol dari AS Roma yang juga mengumpulkan 12 angka.
Baca juga : Maudy Ayunda , Minta Maaf Usai Dikritik Nirempati
Pelatih Inter, Cristian Chivu, mengakui timnya sempat kehilangan energi pada awal pertandingan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak terlepas dari pertandingan Liga Champions yang menguras tenaga.
“Udinese mampu memanfaatkan kelengahan kami, tetapi kami merespons dengan baik,” ujar Chivu.
Chivu juga memuji mental dan keberanian anak asuhnya untuk bangkit setelah tertinggal dua gol.
“Namun, saya juga harus mengevaluasi apa yang tidak berjalan dengan baik,” tukasnya.
Baca juga : Suahasil Ditugasi Kelola APBN Lebih Sehat & Kredibel
Pelatih asal Rumania itu menyebut permainan terbuka Inter memang memiliki risiko. Namun, ia tidak ingin timnya kehilangan identitas hanya demi bermain lebih aman.
“Kami tidak sempurna dan tidak mengklaim sebagai tim yang sempurna. Kami tahu masih harus terus bekerja karena musim masih panjang dan masih banyak hal yang bisa kami tingkatkan,” tegasnya.
Chivu juga menyoroti gol Barella yang lahir dari pressing cepat setelah kehilangan bola. Menurutnya, situasi tersebut menjadi gambaran dari identitas permainan Inter.
“Kami membawa banyak pemain ketika menguasai bola dan melakukan rotasi tambahan yang memang membawa risiko. Tetapi saya menyukai gol Barella karena tercipta setelah counter-pressing yang dilakukan dengan baik,” ujar Chivu. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.