BREAKING NEWS
 

City Menyapu Badai

Reporter & Editor :
ANGGOWO ADI SEPTANINGRAT
Senin, 19 Oktober 2026 06:20 WIB
City tak terkalahkan di 7 laga beruntun. (Foto: Instagram/mancity)

RM.id  Rakyat Merdeka - Enzo Maresca jadi pelatih pertama yang menang 7 kali beruntun di klub baru Liga Inggris. Sekaligus menyamai awal terbaik City dalam sejarah kompetisi liga mereka, yang sebelumnya tercatat pada musim 1897/1898.

Manchester City melanjutkan tren kemenangan di Premier League. Kemenangan dramatis 3-2 atas Ipswich Town di Etihad Stadium, mengantarkan sang manajer, Enzo Maresca, mencatatkan rekor baru di kompetisi kasta tertinggi Inggris tersebut.

The Citizens kini mengoleksi 21 poin dari tujuh pertandingan. Catatan sempurna itu mengukuhkan City di puncak klasemen sementara sekaligus menegaskan bahwa mereka masih menjadi kekuatan yang sulit dibendung, meski tengah menghadapi badai di luar lapangan.

Baca juga : Kejuaraan Dunia Junior BWF, Garuda Muda Segel 2 Gelar Juara Dunia

Phil Foden membuka keunggulan City pada menit ke-19. Namun, Ipswich langsung merespons dua menit kemudian melalui Daizen Maeda. Erling Haaland kemudian mengembalikan keunggulan City pada menit ke-34. Penyerang asal Norwegia itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-69. Ipswich belum menyerah. Gol penalti Zian Flemming pada menit ke-90 membuat pertandingan kembali menegangkan. Namun, City mampu mempertahankan keunggulan hingga peluit panjang berbunyi.

Hasil tersebut membawa Maresca masuk buku sejarah Premier League. Pelatih asal Italia itu menjadi manajer pertama yang mampu memenangi tujuh pertandingan pertamanya bersama klub baru di kompetisi tersebut.

Adsense

Maresca melewati pencapaian enam kemenangan beruntun pada awal masa kepelatihan yang sebelumnya ditorehkan Pep Guardiola bersama Manchester City, Carlo Ancelotti bersama Chelsea, dan Ole Gunnar Solskjaer bersama Manchester United. Bukan hanya itu, tujuh kemenangan beruntun tersebut juga menyamai awal terbaik City dalam sejarah kompetisi liga mereka, yang sebelumnya tercatat pada musim 1897/1898.

Baca juga : Padamkan Karhutla, Negara Lain Yang Mau Bantu, Silakan Datang

Di bawah arahan Maresca, City telah mencetak 19 gol dan hanya kebobolan enam kali dalam tujuh pertandingan.

Catatan impresif City hadir di tengah sorotan terhadap perkara dugaan pelanggaran aturan finansial Premier League. Kasus tersebut menjadi salah satu persoalan besar yang membayangi klub, dengan potensi konsekuensi yang masih menjadi perhatian publik.

Meski demikian, Maresca menegaskan bahwa para pemainnya tidak perlu terpengaruh oleh komentar dari luar klub. “Para pemain hanya perlu memikirkan soal penilaian saya dan orang-orang di klub, tidak perlu mengkhawatirkan apa yang orang-orang di luar sana katakan,” ujar Maresca.

Baca juga : Setelah Ini, Siapa Lagi?

Ia juga memastikan bahwa suasana di dalam tim tetap positif. “Klub memberikan kredit kepada para pemain. Saya juga. Jadi inilah yang terpenting untuk kami,” sambungnya.

Dukungan suporter di Etihad turut menjadi bagian dari atmosfer pertandingan. Laga tersebut mencatatkan kehadiran 60.817 penonton, rekor jumlah penonton di stadion tersebut.

Meski demikian, tantangan berikutnya sudah menanti. City dijadwalkan menghadapi AEK Athens di Liga Champions pada Selasa (20/10/2026). Dengan jadwal yang padat dan sejumlah pemain mengalami masalah kebugaran, Maresca harus memastikan momentum positif di kompetisi domestik tidak terganggu. GO

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense