RM.id Rakyat Merdeka - Como mengikuti jejak Bayern Muenchen sebagai klub yang mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions. Como juga menjadi klub Italia pertama dalam 64 tahun terakhir yang mencetak sembilan gol di Eropa.
Como 1907 menggegerkan panggung Liga Champions. Berstatus sebagai tim debutan, I Lariani justru tampil bak raksasa Eropa. Klub kecil Italia yang dimiliki Grup Djarum itu melumat Lens 9-1 pada matchday keempat Liga Champions di Stade Felix Bollaert-Delelis, Prancis.
Hasil tersebut bukan sekadar kemenangan besar. Como sekaligus mengukir sejarah baru dalam kompetisi antarklub paling elite di Eropa. Mereka mencatat salah satu kemenangan dengan margin terbesar sepanjang sejarah Liga Champions.
Berdasarkan WhoScored, Como sudah mengemas 19 gol. Mereka menempati posisi kedua dalam daftar tim paling produktif, hanya terpaut satu gol dari Paris Saint-Germain (PSG) yang memimpin dengan 20 gol.
Lebih mengesankan lagi, Como menjadi tim dengan torehan gol terbanyak dari skema permainan terbuka (open play goals). Mereka sudah mencetak 15 gol melalui skema tersebut, unggul satu gol atas PSG yang mengoleksi 14 gol.
Dominasi Como atas Lens terlihat sejak awal pertandingan. Lini pertahanan tuan rumah dibuat kewalahan menghadapi agresivitas pasukan Cesc Fabregas.
Baca juga : 9 Rider Cabut Boikot, Yamaha Tetap Absen
Anastasios Douvikas membuka pesta gol Como pada menit keenam. Penyerang asal Yunani itu kembali mencatatkan namanya di papan skor pada menit ke-31 setelah memanfaatkan umpan Alex Valle. Sebelum turun minum, Nico Paz memperbesar keunggulan Como menjadi 3-0 melalui serangan balik cepat.
Memasuki babak kedua, Como tidak mengendurkan tekanan. Paz memberikan umpan terobosan yang diselesaikan Lucas Da Cunha pada menit ke-47.
Tiga menit berselang, Marc-Oliver Kempf menambah keunggulan melalui sundulan. Douvikas kemudian melengkapi hattrick pada menit ke-56 setelah menerima umpan matang Paz.
Mattia Liberali yang masuk sebagai pemain pengganti ikut meramaikan pesta gol dengan mencetak gol ketujuh pada menit ke-62.
Lens sempat memperkecil ketertinggalan melalui gol voli Ruben Aguilar pada menit ke-65. Namun, gol tersebut tidak banyak mengubah keadaan. Como justru kembali menambah dua gol melalui Martin Baturina dan Matteo Papaccioli.
Douvikas dan Paz mendapatkan rating sempurna 10 dari WhoScored. Sementara itu, Liberali memperoleh nilai 9,0 berkat kontribusinya.
Baca juga : Hari Ini Jokowi Bersaksi, PN Jaktim Dijaga 3 Lapis
Kemenangan 9-1 atas Lens menjadi catatan bersejarah bagi Como. Hasil tersebut melampaui sejumlah kemenangan besar yang pernah tercipta dalam sejarah Liga Champions.
Sebelumnya, Liverpool pernah mengalahkan Besiktas 8-0 pada 2007. Real Madrid juga pernah menang dengan skor serupa saat menghadapi Malmo FF pada 2015.
Como kini masuk dalam daftar tim yang mampu mencetak sembilan gol dalam satu pertandingan Liga Champions. Sebelumnya, Bayern Munchen juga pernah melakukannya ketika membantai Dinamo Zagreb 9-2.
Hasil melawan Lens juga menjadi salah satu kemenangan tandang terbesar dalam sejarah kompetisi tersebut. Como melampaui catatan kemenangan tandang dengan selisih tujuh gol yang pernah dibukukan sejumlah klub, termasuk Marseille, Shakhtar Donetsk, dan Liverpool.
Dengan total 10 gol, pertandingan Lens kontra Como juga masuk dalam jajaran laga paling produktif sepanjang sejarah Liga Champions.
Catatan tersebut menyamai jumlah gol dalam pertandingan Bayern Munchen kontra Dinamo Zagreb yang berakhir 9-2. Rekor tertinggi masih dipegang duel Borussia Dortmund melawan Legia Warszawa yang berakhir 8-4 dengan total 12 gol.
Baca juga : Penyadapan Presiden Mengarah Ke Makar
Bersama Fabregas musim ini, Como sudah menjalani 14 pertandingan. Hasilnya, Como mencatatkan 10 kemenangan, dua hasil imbang, dan dua kali menelan kekalahan.
Mereka menempati posisi keempat di klasemen Liga Champions dengan raihan sembilan poin. Sementara di Liga Italia, Como juga ada di posisi keempat dengan 23 poin.
“Ini adalah malam yang luar biasa bagi Como, untuk seluruh penggemar kami dan banyak pemain muda di sini yang berada di awal karier mereka,” sambut Fabregas.
“Tetapi mereka harus tetap membumi, rendah hati, terus belajar, dan tidak berpikir semuanya akan berjalan lancar dari sini dan seterusnya,” pungkasnya. [GO]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.