Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Saran Qodari, Menteri Kabinet Baru Harus Pengalaman Atasi Konflik Sosial
Sabtu, 19 Oktober 2019 21:58 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Jokowi memberi sinyal akan mengumumkan kabinetnya dalam waktu cepat. Bahkan, bisa diumumkan beberapa saat setelah pelantikan, besok.
Menjelang pengumuman tersebut, Direktur Eksekutif Indo Barometer, Muhammad Qodari, memberikan sedikit saran. Kata dia, Presiden Jokowi perlu mengangkat menteri yang pandai dan pengalaman mengatasi konflik sosial.
"Saya kira ini wajib memilih menteri yang berkualitas. Karena kalau kita bicara masalah konflik sosial, memang harus diselesaikan. Kasus seperti Aceh, Papua, harus jadi perhatian Presiden betul" ujar Qodari, di Jakarta, Sabtu (19/10).
Tak hanya itu, lanjut dia, Presiden Jokowi juga harus mampu memilih menteri yang mengerti masalah kekinian. Misal, seperti potensi konflik di wilayah-wilayah rawan gejolak sosial. Seperti yang terjadi di Aceh yang terbilang sensitif benturan.
Yang juga penting, lanjutnya, adalah masalah-masalah seperti yang terjadi saat ini. Seperti intoleransi, radikalisme, dan konflik sosial akar rumput. Karena ini umumnya sering muncul. Seperti masalah Papua, bukan hanya masalah di keamanan, tetapi lebih kepada intoleransi dan radikalisme. "Saya kira ini masalah besar ini yang harus benar-benar diperhatikan," kata dia.
Kunci penyelesaian masalah masalah tersebut, tambahnya, ada di kementerian-kementerian, dalam hal ini anak buah Jokowi di kabinet periode dua nanti. Kabinet Jokowi bisa belajar dari penyelesaian konflik di Aceh. Kementerian-kementerian tertentu memiliki peren sentral dalam mencegah terjadinya konflik sosial yang kerap muncul di kalangan masyarakat. Misalnya, di Kemendikbud ada Diknas ini yang memiliki peran memberikan pemahaman agar tidak terjadi permasalahan-permasalahan sosial.
Baca juga : Pamitan Sebagai Menaker, Hanif Dhakiri: Jangan Pernah Lelah Mencintai Indonesia
Qodari menambahkan, masalah-masalah tadi bisa diselesaikan melalui pendekatan baru. "Jangan pakai rumusan yang pertama di periode kedua ini," ujar dia.
Di timur Indonesia, kata dia, masih ada masalah di Papua. Di barat, punya pengalaman konflik sosial berkepanjangan di Aceh. Dua hal ini harus jadi perhatian serius Jokowi. "Maka, menterinya harus kuat. Agar kedua isu itu bisa dikelola dengan aman. Jangan sampai terjadi lagi konflik intolerasi dan radikalisme ini di kemudian hari," ujar Qodari.
Dia juga menyarankan, Jokowi memilih menteri yang jago melobi di level internasional. Sebab, sering ada pihak yang sengaja menggoreng isu yang ada di Indonesia di dunia internasional. [USU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya