Dark/Light Mode

Aurelie Moeremans, Ajak Korban Child Grooming Speak Up

Sabtu, 17 Januari 2026 06:20 WIB
Aurelie Moeremans. Foto: Instagram/AURELIE
Aurelie Moeremans. Foto: Instagram/AURELIE

RM.id  Rakyat Merdeka - Aktris Aurelie Moeremans membuka ruang dialog melalui gerakan sosial bertagar #PutusTali. Aktris berusia 32 tahun ini mengajak para penyintas trauma, khususnya korban child grooming dan kekerasan berbasis relasi kuasa, berani bersuara dengan cara dan waktu mereka sendiri.

Gerakan ini lahir tak lama setelah Aurelie merilis buku digital berjudul Broken Strings, sebuah memoar personal yang mengisahkan pengalaman kelamnya sebagai korban grooming sejak usia 15 tahun.

Dalam buku tersebut, Aurelie mengungkap bagaimana dia mengalami manipulasi, kekerasan, hingga dipaksa menikah oleh sosok yang dia samarkan dengan nama Bobby.

Baca juga : Manchester United Vs Manchester City, Derby Kurang Meyakinkan

“Aku menyadari satu hal setelah menulis Broken Strings. Menulis pelan-pelan membantu aku sembuh. Bukan karena semua lukanya langsung hilang, tapi karena akhirnya aku tidak diam lagi,” tulis Aurelie melalui akun Instagram pribadinya.

Keputusannya berbagi kisah tersebut ternyata membawa dampak yang jauh lebih luas dari yang dia bayangkan. Respons publik mengalir deras. Aurelie mengaku menerima ratusan pesan langsung dari pengikutnya yang merasa memiliki pengalaman serupa.

“Banyak sekali dari kalian yang mengirim pesan dan bilang relate dengan Broken Strings, lalu berbagi kisah kalian sendiri. Aku sangat berterima kasih atas kepercayaan itu. Tapi pesannya begitu banyak sampai aku tidak mungkin bisa membaca atau membalas semuanya satu per satu,” ungkapnya.

Baca juga : Tak Pernah Naik Podium, Hamilton Siap Didepak Ferrari

Melihat besarnya respons yang muncul, Aurelie merasa perlu menghadirkan sebuah wadah kolektif yang memungkinkan para penyintas saling menguatkan tanpa merasa sendirian. Dari situlah gerakan #PutusTali lahir.

“Aku memilih #PutusTali karena bagi aku, ini tentang melepaskan diri dari kendali, manipulasi, rasa takut, rasa bersalah, dan diam yang terlalu lama,” jelas istri Tyler Bigenho tersebut.

Lewat tagar ini, artis keturunan Belgia itu mengajak penyintas membagikan kisah mereka, bukan sebagai kewajiban, melainkan pilihan personal. Dia menegaskan bahwa keberanian bersuara tidak memiliki tenggat waktu.

Baca juga : Menlu Ingatkan Dunia Masuk Ruang Abu-Abu

“Kalau kamu merasa siap untuk berbagi, dengan caramu sendiri dan waktumu sendiri, kamu bisa menggunakan #PutusTali,” tulis bintang film Story Of Dinda itu.

Menurutnya, keberanian untuk bercerita, sekecil apa pun, merupakan langkah penting untuk memutus rantai manipulasi dan ketakutan yang kerap membungkam korban.

“Lewat hashtag ini, kita bisa saling membaca cerita satu sama lain, saling menguatkan dan saling mengingatkan bahwa kita tidak sendirian,” tambahnya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.