Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
RM.id Rakyat Merdeka - Nama aktris Ersya Aurelia mendadak jadi perhatian publik setelah membuat pengakuan pernah menjadi korban pelecehan di lokasi syuting saat berusia 9 tahun.
Ersya mengungkapkan, selama ini dirinya memendam pengalaman pahit itu seorang diri. Ke pu tusannya membongkar kisah pahit ini, bukan sekadar ikut-ikutan tren speak up di media sosial. Namun untuk membuka fakta bahwa masih marak kekerasan seksual yang dianggap biasa di industri hiburan.
“Aku ke-trigger banget karena terasa familiar. Setelah direfl eksikan, ternyata aku sudah cukup sering mengalami kekerasan seksual sejak awal karier,” ujar Ersya di kawasan Tendean, Jakarta Selatan, Rabu (5/5/2026).
Pengalaman itu dialami Ersya di usia anak-anak, yakni 9 tahun. Saat itu ia baru memulai syuting.
“Ada kru yang menyentuh tanpa consent dan memberikan komentar yang tidak pantas,” ungkap perempuan berusia 25 tahun itu.
Memasuki usia dewasa, kejadian serupa ternyata masih terus menghantuinya. Bentuknya memang berbeda, namun tetap meninggalkan rasa tidak nyaman.
Baca juga : Soal Ekonomi, Presiden Minta Rakyat Tidak Khawatir
Ersya mengaku pernah mengalami pelecehan verbal di lokasi syuting. Bahkan dilakukan lawan main sendiri saat ia sedang bersiap menjalani adegan.
“Aku lagi posisi menyapu, agak menunduk, terus ada yang nyanyiin lagu yang mengarah ke bagian tubuh tertentu,” kata bintang sinetron Anak Jalanan itu.
Menurut Ersya, banyak orang belum memahami bahwa komentar bernada seksual, candaan tubuh, hingga catcalling termasuk bagian dari kekerasan seksual.
“Catcalling, bercandaan seksual, komentar yang mengobjektifi kasi itu sudah termasuk. Itu seperti piramida yang bisa berkembang ke hal yang lebih serius,” jelasnya.
Yang paling membuatnya kecewa, laporan yang pernah ia sam paikan justru dianggap sepele. Alih-alih mendapat perlindungan, ia tetap dituntut profesional dan melanjutkan pekerjaan seperti biasa.
“Aku pernah melaporkan, tapi dianggap sepele. Tidak dapat support yang seharusnya,” curhatnya.
Baca juga : Jaga Rupiah Tetap Perkasa, Pemerintah Batasi Pembelian Dolar
Pengalaman itu membuat Ersya sadar banyak korban memilih diam karena takut tidak dipercaya atau malah dianggap berlebihan. Padahal, dampaknya bisa meninggalkan trauma panjang.
Respons publik terhadap pengakuannya pun di luar dugaan. Banyak korban lain akhirnya ikut berani berbagi cerita serupa.
“Banyak yang bilang terima kasih karena jadi sadar kalau hal kecil pun termasuk kekerasan seksual,” ujarnya.
Cerita-cerita yang masuk kepadanya memperlihatkan pola yang sama. Korban kerap diperlakukan sebagai objek, bukan manusia. Akibatnya, banyak yang kehilangan rasa aman bahkan takut kembali bekerja di lingkungan yang sama.
Meski pernah mengalami pengalaman buruk, Ersya menegaskan dirinya tidak kapok berkarya di dunia akting. Dukungan keluarga, terutama sang ibu, menjadi alasan utama dirinya tetap bertahan.
Ia juga melihat perlahan mulai ada perubahan di industri hiburan. Jika dulu perilaku tidak pan tas sering dinormalisasi, kini kesadar an untuk menciptakan lingkung an kerja yang aman mulai tumbuh.
Baca juga : Dipastikan Amran: MBG Tak Terkait Pilpres 2029
Keberanian Ersya bah kan tak berhenti di media sosial. Ia mengaku pernah menegur langsung pelaku di lokasi syuting hingga emosi.
“Aku pernah marah sam pai banting barang. Dia akhirnya sadar dan minta maaf,” katanya.
Pengakuan Ersya menjadi pengingat bahwa kekerasan seksual tidak selalu hadir dalam bentuk fisik. Candaan yang dianggap biasa bisa meninggalkan luka yang tidak terlihat. Dan keberanian untuk bersuara, bisa menjadi langkah awal agar hal serupa tidak terus dianggap normal. MER
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 16, edisi Jumat, 8 Mei 2026 dengan judul "Ersya Aurelia, Korban Pelecehan Di Lokasi Syuting"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya