Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Banyak Kasus Anak Cuci Darah Kian Memicu Keprihatinan
Kurniasih Mufidayati: Edukasi Bahaya GGL Harus Ditingkatkan
Kamis, 1 Agustus 2024 07:40 WIB
Sebelumnya
Bagaimana pandangan Anda tentang banyaknya anak yang menjalani cuci darah?
Mulai banyak anak menjadi pasien cuci darah rutin di rumah sakit. Angka kasus diabetes dan gagal ginjal anak, mengalami tren kenaikan yang mengkhawatirkan.
Saya prihatin dengan semakin rentannya anak-anak terhadap penyakit tidak menular, seperti gagal ginjal maupun diabetes.
Apakah Anda memiliki data terkait kasus cuci darah pada anak?
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengonfirmasi kasus diabetes anak meningkat 70 persen, sejak 2010 hingga 2023. Berdasar survei IDAI, satu dari lima anak usia 12-18 tahun, urinenya mengandung hematuria atau proteinuria sebagai gejala awal gagal ginjal.
Upaya apa yang harus ditingkatkan oleh Pemerintah dalam menekan kasus ini?
Baca juga : BIN Siap Bertransformasi Jadi World Class Intelligence
Pemerintah perlu membuat kebijakan komprehensif mulai dari promotif, preventif, kuratif hingga rehabilitatif. Pemerintah berkewajiban melindungi anak-anak kita dari dampak berbahaya penyakit yang kini menyerang usia muda.
Bukannya Pemerintah juga melakukan pencegahan ya?
Ya, jangan sampai upaya kita fokus melindungi balita dari stunting, tapi kecolongan di usia atasnya karena penyakit seperti gagal ginjal dan diabetes anak.
Adakah saran lebih konkret?
Saya meminta agar Pemerintah memperkuat edukasi tentang bahayanya makanan dengan kandungan gula, garam dan lemak (GGL) berlebih. Terutama pada jajanan anak.
Bagaimana caranya?
Baca juga : PKB Sedang Belanja Masalah
Saya mendorong agar ada pencantuman level kadar gula dalam makanan dan minuman kemasan oleh industri.
Apa langkah Komisi IX DPR?
Kami sedang dalam pembahasan Panja Pengawasan Makanan Mengandung Gula, Garam, Lemak (GGL). Prosesnya saat ini meminta masukan dari Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Persatuan Ahli Gizi Indonesia, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat dan para pakar lainnya.
Kenapa ini menjadi perhatian Komisi IX DPR?
Karena kandungan gula, garam dan lemak yang berlebih dalam asupan makanan, menjadi salah satu penyebab terbesar anak-anak terpapar penyakit seperti diabetes dan gagal ginjal.
Tugas DPR bersama Pemerintah menghasilkan regulasi untuk mengatur kandungan GGL, termasuk pada makanan atau jajan anak-anak. Salah satunya, untuk melindungi mereka dari asupan yang merusak kesehatan.
Baca juga : Anak Ketua Umum PPP Maju Pilwalkot Cilegon
Tetapi, apakah ini akan efektif?
Kami meminta Pemerintah bisa lebih cepat dalam tindakan, agar fenomena semakin mudanya penderita penyakit tidak menular ini, tidak menjadi bom waktu.
Ayo kita sama-sama pasang alarm, jangan sampai fenomena penyakit yang penderitanya semakin muda ini, jadi bom waktu. Mencegah lebih baik ketimbang mengobati. Insya Allah, demi generasi mendatang, kita bisa. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 01 Agustus 2024 dengan judul "Banyak Kasus Anak Cuci Darah Kian Memicu Keprihatinan, Kurniasih Mufidayati: Edukasi Bahaya GGL Harus Ditingkatkan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya