Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Soal PPN 12 Persen Mulai Tahun 2025, Muncul Gerakan Frugal Living
Sumirat: Hak Rakyat Suarakan Gerakan Penghematan
Sabtu, 21 Desember 2024 07:50 WIB
Sebelumnya
Gara-gara PPN naik dari 11 menjadi 12 persen, muncul gerakan frugal living atau penghematan di media sosial. Bagaimana Anda melihatnya?
Gerakan penghematan yang sedang gencar disuarakan di media sosial, saya kira itu haknya rakyat. Masyarakat berhak untuk melakukan gerakan penghematan, karena penghasilannya rendah akibat pajak yang naik.
Menurut Anda, gerakan penghematan itu wajar?
Ya, masyarakat mau tak mau menyesuaikan dengan pendapatan yang rendah, sehingga tidak membeli barang-barang di mall, restoran dan lainnya akibat PPN yang naik.
Baca juga : Ahmad Najib Qodratullah: Berdampak Negatif Terhadap Masyarakat
Kalau gerakan frugal living membesar, direalisasikan oleh masyarakat, apa dampaknya?
Dampaknya merugikan negara dan Pemerintah. Sebab, di pusat perbelanjaan, di mall dan restoran kan banyak pekerja. Jika tidak ada yang membeli, maka bakal rugi. Akhirnya terjadi PHK di mana-mana.
Kemudian, ada buruh-buruh pabrik yang menghasilkan barang-barang produksi, yang akhirnya tidak terjual karena kampanye penghematan ini. Lagi-lagi, yang rugi Pemerintah.
Jadi, kebijakan PPN 12 persen ini justru akan berbalik menghancurkan Pemerintah, karena akan terjadi banyak pengangguran karena barang tak laku, akibat ada gerakan penghematan tadi.
Baca juga : Kapolri Siapkan Satgas Khusus Hadapi Bencana
Bukankah PPN 12 persen hanya untuk barang mewah?
Saya dapat informasi yang berkembang, bahwa PPN 12 persen itu bukan hanya menyasar barang-barang mewah, tapi menyasar kebutuhan pokok seperti sabun, QRIS dan lainnya.
Jika demikian, berarti akan berdampak cukup besar bagi perekonomian?
Pasti ada efek dominonya. Ketika PPN 12 persen diberlakukan untuk barang mewah, ternyata efek dominonya ada kenaikan barang-barang lain. Itu memungkinkan.
Baca juga : Hanura Fokus Konsolidasi
Apa usulan Anda?
Saya berkali-kali bilang bahwa oke saja PPN 12 persen, asalkan Pemerintah menurunkan harga pangan dan harga bahan pokok sebesar 20 persen. Subsidi listrik dipertahankan, diperluas malah. Subsidi listrik BBM diperluas di sisi jumlahnya. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 21 Desember 2024 dengan judul "Soal PPN 12 Persen Mulai Tahun 2025, Muncul Gerakan Frugal Living, Sumirat: Hak Rakyat Suarakan Gerakan Penghematan"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya