Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Bank Indonesia Luncurkan QRIS Tap
Pembayaran Transaksi Makin Praktis & Cepat
Minggu, 16 Maret 2025 07:05 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Bank Indonesia (BI) meluncurkan inovasi baru sistem pembayaran nirsentuh, yakni QRIS (Quick Response Indonesian Standard) Tanpa Pindai atau QRIS Tap. Dengan metode ini, transaksi makin praktis dan cepat.
Manfaat QRIS Tap berbasis Near Field Communication (NFC) ini, diklaim dapat meningkatkan kecepatan dan kenyamanan transaksi nirsentuh bagi masyarakat.
“Implementasi ini akan memperluas ekosistem pembayaran digital yang inklusif, aman, dan murah bagi layanan publik. Serta mendukung program Asta Cita Pemerintah,” jelas Gubernur BI Perry Warjiyo di Jakarta, Jumat (14/3/2025).
Peluncuran QRIS Tap merupakan kerja sama BI dengan sejumlah pihak. Yakni Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Kementerian Perhubungan, dan Pemerintah DKI Jakarta.
Perry menjelaskan, pengguna tidak dikenakan biaya transaksi menggunakan QRIS Tap. Biaya dikenakan kepada merchant berupa Merchant Discount Rate (MDR). Yang ditetapkan untuk kategori Badan Layanan Umum (BLU), dan Public Service Obligation (PSO) sebesar nol persen.
Sementara merchant kategori lain dikenakan MDR QRIS sesuai skema yang berlaku.
Hal ini sejalan dengan dukungan terhadap Asta Cita dalam penyediaan infrastruktur transportasi yang murah bagi masyarakat.
“Serta untuk terus meningkatkan penggunaan QRIS Tap di sektor transportasi,” ucap Perry.
Senada, Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Dicky Kartikoyono BI menambahkan, nilai transaksi QRIS hingga 2027 diproyeksi bisa mencapai Rp 750,3 triliun.
Baca juga : Stok & Harga Pangan Stabil
Dicky menjelaskan, selama ini nilai transaksi QRIS rata-rata per tahun ada di kisaran Rp 86 triliun hingga Rp 90 triliun.
“Tapi dengan adanya QRIS Tap ini, secara transaksi tahunan setidaknya bisa ada di kisaran Rp 90 triliun hingga Rp 95 triliun,” ujar Dicky.
Dicky lalu menjelaskan, perbedaan antara QRIS Tap dengan QRIS konvensional. QRIS konvensional digunakan dengan scan QR code yang disediakan merchant lalu terkoneksi ke sumber dana, kemudian pengguna klik bayar.
“Sedangkan QRIS Tap sebaliknya. Pengguna yang menunjukkan QR code. Lalu didekatkan ke reader machine,” terangnya.
Saat ini implementasi QRIS Tap dilakukan secara bertahap untuk sektor-sektor tertentu. Pada tahap awal ada sekitar 2.353 merchant, yang terdiri dari sektor ritel, transportasi, kesehatan, hingga pendidikan.
Dari sisi perbankan, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk turut menyatakan kesiapannya. Dukungan tersebut menjadi komitmen dalam mendorong inklusi keuangan di Indonesia dengan menghadirkan inovasi dalam layanan digital.
“Kali ini, melalui aplikasi Livin’ by Mandiri, perseroan resmi meluncurkan fitur QRIS Tap, solusi pembayaran berbasis teknologi NFC dari BI,” ucap Direktur Teknologi Informasi Bank Mandiri Timothy Utama kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Dengan fitur QRIS Tap, nasabah dapat melakukan transaksi lebih cepat dan praktis tanpa perlu memindai QR code secara manual.
Adapun fitur QRIS Tap Livin’ tersedia untuk perangkat Android dengan fitur NFC dan akan terus dikembangkan untuk kompatibilitas yang lebih luas.
Baca juga : Jokowi: Saya Ngalah Terus, Tapi Ada Batasnya
Sebagai bank terdepan yang menerapkan QRIS Tap untuk moda transportasi MRT Jakarta, Bank Mandiri menghadirkan layanan ini untuk perjalanan naik MRT dari Stasiun Bundaran HI dan turun di Stasiun Lebak Bulus, begitu juga sebaliknya.
Timothy memastikan, implementasi QRIS Tap NFC merupakan langkah strategis dalam mempercepat transformasi digital di sektor keuangan. Dan mendorong pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan visi Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030.
“Kami terus berinovasi menghadirkan solusi pembayaran yang seamless dan efisien. Terutama bagi sektor dengan kebutuhan transaksi tinggi, seperti transportasi dan ritel,” ucapnya.
Terpisah, Pengamat Ekonomi Digital Universitas Indonesia (UI) Heru Sutadi mengingatkan, kemudahan ini harus dibarengi dengan penguatan sistem keamanan.
“Metode ini memang mempercepat pembayaran, tapi setting pengamanan harus diperkuat,” katanya kepada Rakyat Merdeka, kemarin.
Heru mengatakan, inovasi pembayaran ini harus dirancang agar tahan terhadap potensi penyalahgunaan dan serangan siber yang dapat merugikan pengguna.
Ia juga berharap, agar pembayaran menggunakan QRIS tidak dikenakan tambahan pajak.
“Adanya inovasi untuk memudahkan bukan menyulitkan. Jangan sampai membuat masyarakat, justru malas bertransformasi secara digital juga,” ucapnya.
Tahap Awal
Baca juga : Hasto Senyum, Teriak Merdeka
Saat ini, untuk QRIS Tap baru ada 15 PJP (Penyedia Jasa Pembayaran) yang bisa melayani penggunaan QRIS Tap. PJP tersebut terdiri dari bank dan lembaga keuangan non bank.
Meliputi, BCA, BRI, BNI, Bank Mega, CIMB Niaga, Mandiri, Gopay, ShopeePay, Dana, Bank DKI, Permata Bank, Bank Sinarmas, Bank BPD Bali, Nobu Bank, serta Netzme.
Di tahap awal, QRIS Tap baru bisa digunakan di beberapa lokasi layanan transportasi, parkir, rumah sakit, serta ritel dan UMKM.
Antara lain, Stasiun MRT Bundaran HI dan Stasiun MRT Lebak Bulus, Transjakarta (terbatas pada Royaltrans), Damri (terbatas pada JR Connexion Jabodetabek), merchant parkir, serta rumah sakit di antaranya RSUD Tarakan, RSCM Kencana, dan RSPAD Gatot Subroto Paviliun Kartika.
Tahap selanjutnya, implementasi QRIS Tap akan diperluas ke seluruh stasiun MRT, Transjakarta, LRT Jakarta dan Jabodebek, perluasan ticketing Damri, KRL (rute Jabodetabek dan Jogja-Solo), Teman Bus, dan perluasan secara berkelanjutan pada merchant lainnya.
Sementara itu, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi menyatakan dukungan penuh terhadap implementasi QRIS Tap.
“QRIS Tap menjadi katalis perpindahan masyarakat. Hal ini sesuai dengan komitmen Pemerintah, dalam membenahi infrastruktur di bidang konektivitas,” tutup Dudy.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya