Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kemendagri Terima 341 Wilayah Pemekaran, Muncul Wacana Pencabutan Moratorium
Zulfikar Arse Sadikin: Butuh Anggaran Besar Jika Moratorium Dicabut
Minggu, 4 Mei 2025 07:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah melalui Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) telah menerima 341 usulan untuk pembentukan Daerah Otonomi Baru (DOB) atau pemekaran wilayah hingga April 2025.
341 daerah itu terdiri dari 42 usulan pembentukan provinsi, 252 kabupaten, dan 36 kota. Berikutnya, enam provinsi yang meminta daerah istimewa, juga ada lima yang meminta daerah khusus. “Usulan itu sampai bulan April 2025,“ ungkap Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kemendagri Akmal Malik dalam rapat kerja bersama Komisi II DPR RI pada Kamis (24/4/2025).
Baca juga : Rakyat Adalah Raja, Pejabat Cuma Pion
Menurut Akmal, usulan untuk pemekaran daerah belum bisa direalisasikan, karena Pemerintah masih memberlakukan moratorium pemekaran daerah. Ia pun belum bisa memastikan kapan moratorium dicabut. "Belum kelihatan hilalnya," kata Akmal di gedung DPR RI, Jakarta, Senin (28/4/2025).
Pernyataan Akmal diperkuat oleh Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian. Kata Tito, saat ini Pemerintah belum ada rencana untuk mencabut moratorium pemekaran DOB. “Belum ada rencana cabut moratorium DOB,” kata Tito seperti dilansir Tempo, Senin, 28 April 2025.
Baca juga : M Khozin: Pemekaran Wilayah Perlu Dibuka, Tapi Kudu Terukur
Tito mengakui anggaran menjadi kendala utama membentuk daerah otonomi baru. “Kendala utama untuk membangun DOB perlu biaya tidak kecil,” katanya.
Wacana mengenai pencabutan moratorium DOB menjadi perbincangan di publik. Anggota Komisi II M Khozin sepakat jika moratorium dicabut. Menurut dia, anggaran tak menjadi halangan untuk mencabut moratorium. “Tentu harus melalui kajian,” katanya.
Baca juga : BGN Perketat Prosedur Distribusi Program MBG
Sementara, Wakil Komisi II DPR RI Zulfikar Arse Sadikin menilai wajar saja jika Pemerintah belum mencabut moratorium karena alasan anggaran. “Saya kira alasan karena minimnya anggaran itu logis dan objektif juga,” ujar dia.
Untuk mengetahui lebih jauh pandangan Zulfikar Arse Sadikin terkait moratorium DOB. Berikut wawancaranya .
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya