Dark/Light Mode

Dipecat Golkar, Didukung PDIP

Gubernur Kalimantan Barat Pilih Bergabung Ke Gerindra

Minggu, 4 Mei 2025 07:30 WIB
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2025–2030, Ria Norsan
Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2025–2030, Ria Norsan

RM.id  Rakyat Merdeka - Gubernur Kalimantan Barat (Kalbar) periode 2025–2030, Ria Norsan berlabuh ke Partai Gerindra. Norsan sempat dipecat Partai Golkar. Pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Kalbar 2024, dia diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) bersama PPP dan Partai Hanura.

"Saya telah sah menjadi kader Gerindra. Penyerahan Kartu Tanda Anggota (KTA) diberikan oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) DPP Gerindra, Ahmad Muzani pada Senin (28/4/2025),” kata Norsan dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).

Norsan menjelaskan alasannya bergabung ke Partai Gerindra. Yaitu, karena sejalan dengan visi perjuangan partai besutan Prabowo Subianto. Juga, tambah dia, untuk memperkuat sinergi antara Pemerintah Daerah (Pemda) dan Pemerintah Pusat (Pempus).

Terutama, kata Nosran, dalam upaya percepatan pembangunan di Kalbar. Sehingga, lanjut dia, rencana pembangunan bisa selaras untuk kemajuan daerah.

"Sebagai kader, saya siap bekerja dan berkontribusi untuk memperkuat posisi Gerindra di Kalbar,” tegasnya.

Norsan siap tegak lurus dengan program-program nasional. Yaitu, mewujudkan Asta Cita yang diusung Presiden Prabowo Subianto. Dia juga berkomitmen untuk memperjuangkan lebih banyak perhatian dan dukungan dari pusat bagi Kalbar.

Baca juga : Polri Ajak Masyarakat Bantu Berantas Judol

"Program Pempus nantinya akan mudah dibawa ke Kalbar. Saya akan berjuang meminta perhatian yang cukup baik terhadap Kalbar ke Pak Presiden,” tegasnya.

Eks Bupati Mempawah dua periode ini menegaskan, keputusannya menjadi kader partai berlambang kepala Garuda tidak berkaitan dengan isu lokal tertentu. Dia menegaskan, perpindahannya merupakan hasil dari proses politik yang sudah berjalan sejak beberapa bulan lalu.

“Saya baru bertemu Sekjen Gerindra Ahmad Muzani dan diberikan kartu anggota. Tak ada kaitan dengan satu peristiwa tertentu di Kalbar,” tegasnya.

Untuk itu, Norsan berharap, publik melihat manuvernya sebagai bentuk perjuangan kepala daerah dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat melalui jalur politik.

"Kita semua harus bisa berpikir bijak dan jernih," tandasnya.

Ketua DPD Partai Gerindra Kalbar, Yuliansyah memuji keputusan Gubernur Kalbar Ria Norsan yang bergabung ke Partai Gerindra. Dia menilai, keputusan politik ini sebagai langkah strategis yang membawa angin segar bagi penguatan partai di wilayah Kalbar.

Baca juga : Petani Semakin Mudah Beli Pupuk Sesuai HET

"Ria Norsan telah menunjukkan komitmen kuat untuk turut membesarkan Gerindra di Kalbar," kata Yuliansyah dalam keterangannya, Sabtu (3/5/2025).

Sementara, pengamat Sosial dan Kebijakan Publik dari Universitas Panca Bhakti, Pontianak, Kalbar, Herman Hofi Munawar menilai, langkah Gubernur Kalbar Ria Norsan berlabuh ke Partai Gerindra bukan sekadar manuver politik biasa. Tapi, kata dia, bukan semata-mata kepentingan pribadi atau partai.

"Kepindahan Norsan ke Gerindra merupakan upaya cerdas dalam menyinergikan kebijakan daerah dengan arah pembangunan nasional," kata Herman, Sabtu (3/5/2025).

Dengan posisi Gerindra sebagai partai penguasa, kata Herman, maka akses terhadap kebijakan strategis dan alokasi anggaran dari pusat akan menjadi lebih terbuka. Keputusan ini merupakan langkah taktis untuk menempatkan Kalbar lebih dekat ke pusat kekuasaan.

"Keberlanjutan proyek-proyek strategis, termasuk pembangunan infrastruktur dan pemerataan pembangunan antar wilayah di Kalbar penting diperhatikan," ujarnya.

Herman mencontohkan, salah satu proyek yang menjadi sorotan adalah pembangunan Jembatan Kapuas III, penghubung vital antara Kabupaten Kubu Raya dan Mempawah di Kalbar. Proyek ini, kata dia, diyakini akan menjadi solusi permanen atas kemacetan di wilayah Pontianak dan sekitarnya.

Baca juga : Indonesia Masih Jadi Tujuan Utama Investor

"Diajukan ke Pemerintah Pusat sejak 2023, proyek ini ditargetkan dapat dimulai pada 2026 dan dipandang sebagai simbol konkret dari hasil sinergi antara Pemda dan Pempus," kata Herman.

Sebagai informasi, sebelum bergabung dengan Partai Gerindra, Ria Norsan adalah kader Partai Golkar. Dia sempat menjabat sebagai Ketua DPD Golkar Kalbar periode 2015–2020, serta dipercaya sebagai Ketua Dewan Pertimbangan DPD Golkar Kalbar sebelum akhirnya dicopot menjelang Pilgub Kalbar 2024.

Hubungan Norsan dengan Partai Golkar mulai merenggang setelah dia maju dalam Pilgub melalui dukungan dari PDIP, Partai Hanura dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Saat itu, Partai Golkar mendukung pasangan petahana Sutarmidji-Didi untuk maju di Pilgub Kalbar 2024.

Ria Norsan yang berpasangan dengan Krisantus Kurniawan melawan Gubernur Kalbar petahana Sutarmidji dan Irjen Pol (Purn) Didi Haryono yang diusung partai pengusung Prabowo-Gibran dalam Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus dalam Pilgub Kalbar 2024.

Hasilnya mengejutkan. Dalam rapat pleno KPU Kalbar, pasangan Norsan-Krisantus menang telak dengan 1.364.563 suara (52,80 persen), mengalahkan dua pasangan lawan: Sutarmidji–Didi Haryono: 963.453 suara Muda Mahendrawan–Jakius Sinyor: 256.530 suara. 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.