Dark/Light Mode

Jelang Muktamar Dielus-elus PPP, Jokowi Pilih PSI?

Adi Prayitno: DNA Jokowi Nasionalis, Bukan Partai Islam

Rabu, 11 Juni 2025 07:50 WIB
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Paramater Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Adi Prayitno, Direktur Eksekutif Paramater Indonesia. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Apa faktor yang membuat Jokowi memilih PSI daripada PPP?

Saya kira banyak faktor kenapa Jokowi ke PSI. Pertama, memang ki­blat politik PSI sejak lama hingga saat ini adalah Jokowi. Bahkan Jokowi itu dianggap sebagai anak ideologis oleh kader-kader PSI saat ini.

Menurut Anda wajar jika ke PSI?

Wajar kalau kemudian Jokowi itu lebih memilih PSI ketimbang PPP karena secara politik, karena secara basis konstituen pemilih PSI, gerak-gerik berlaku dan semua tingkat pola PSI itu memang kiblatnya hanya ke Jokowi bukan ke yang lain.

Baca juga : Syaifullah Tamliha: Kita Tidak Pernah Minta Jokowi Masuk PPP

Yang kedua kalau mau jujur sebenarnya Jokowi itu kan merepre­sentasikan politisi berwajah politisi nasional. Sementara PPP itu kan partai Islam, jadi dua kutub yang sulit untuk ditemukan.

Artinya DNA Jokowi itu bukan di partai Islam tapi partai-partai nasionalis seperti PSI. Bahkan kita tahu pemilih PPP itu banyak yang kritik bahkan sangat anti dengan Jokowi. Wajar kalau ke­mudian Jokowi itu lebih memilih PSI ketimbang PPP.

Yang ketiga kalau mau jujur sebenarnya PSI itu adalah partai politik yang selalu pasang badan kalau Jokowi itu dikritik dan diserang dari berbagai penjuru marah mata angin. PSI selalu pasang badan untuk memberikan pembelaan terhadap Jokowi.

Apakah PSI akan lolos ke parle­men kalau Jokowi ada di situ?

Baca juga : Kurikulum Sekolah Rakyat Akan Efektif Dan Fleksibel

Kemungkinannya cukup terbuka.

Apa argumentasinya?

Pertama, ambang batas parlemen kan sudah bukan 4 persen lagi mung­kin bisa 3 persen atau 3,5 persen dan itu kesempatan bagi PSI untuk lolos ke parlemen. Karena ambang batas tak lagi 4 persen. Yang kedua Jokowi dinilai masih punya nama besar, pu­nya relawan, punya basis konstituen dan punya pengikut yang solid.

Nah, argumen ini bisa menjelaskan soal potensi lolos PSI ke parlemen meski waktu dan kerja politiklah yang menentukan. Tinggal kita tunggu bagaimana nanti di Pileg 2029. REN

Baca juga : Muktamar Jangan Memecah Kabah

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 11 Juni 2025 dengan judul "Jelang Muktamar Dielus-elus PPP, Jokowi Pilih PSI? Adi Prayitno: DNA Jokowi Nasionalis, Bukan Partai Islam"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.