Dark/Light Mode

Temuan Beras Oplosan Bikin Resah Masyarakat

Daniel Johan: Umumkan Merknya, Agar Nggak Gaduh

Kamis, 17 Juli 2025 07:40 WIB
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Daniel Johan, Anggota Komisi IV DPR RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Temuan beras oplosan oleh Kementerian Pertanian di pasaran bikin resah masyarakat. Pasalnya, jumlah merek beras yang diduga beras oplosan cukup banyak.

Kementerian Pertanian telah memeriksa 268 merek beras dari 10 provinsi penghasil beras terbesar. Dari jumlah itu, sebanyak 136 merek premium diuji di 13 laboratorium, termasuk Sucofindo.

Hasilnya cukup mencengangkan. Sebanyak 85,56 persen tidak sesuai standar mutu, hanya 14,4 persen yang memenuhi syarat. Dari sisi harga, 59,78 persen dijual di atas Harga Eceran Tertinggi (HET) dan 21,66 persen kemasannya memiliki berat riil di bawah standar.

"Ini semua beras curah, tetapi dijual harga premium, beras curah tapi dijual harga medium," ungkap Amran.

Baca juga : Skema Magang Ke Luar Negeri Bakal Ditata Ulang

Bila dikalkulasi terhadap total volume beras yang beredar, potensi nilai penyimpangan ini mencapai Rp99 triliun. Amran mengatakan, pihaknya telah menyurati Kapolri dan Kejaksaan Agung terkait 212 merek, dan hingga 10 Juli lalu, 26 merek telah diperiksa. Beberapa perusahaan bahkan mengakui pelanggaran dan mulai memperbaiki produk mereka.

Terbaru, Amran Sulaiman mengungkapkan, tak semua dari 212 merek beras yang diperiksa pemerintah belum lama ini tergolong sebagai beras oplosan. Katanya, sebagian produk bermasalah itu bukan karena dicampur, melainkan karena volume dan kualitasnya tidak sesuai label pada kemasan.

"Tidak (semua oplosan), ada juga yang volumenya kurang," kata Amran saat ditemui usai rapat kerja bersama Komisi IV DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (16/7/2025).

Tak hanya itu, Amran juga mengungkapkan banyak beras curah yang dijual seolah-olah premium, padahal mutunya di bawah standar yang seharusnya.

Baca juga : Pemkot Bandung Putuskan Renovasi Teras Cihampelas

"Iya jelas (yang curah itu) kualitasnya di bawah medium. Jadi beras curah ini di bawah medium dan premium," ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Eksekutif Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia (YLKI) Rio Priambodo meminta Pemerintah menindak tegas pelaku pengoplos beras maupun beras yang tidak sesuai beratnya. Dia menilai, tindakan ini meresahkan masyarakat.

"Pemerintah harus menjelaskan kepada masyarakat mengenai kualitas dan kuantitas komoditas beras yang dijual di pasaran," tegas Rio kepada Rakyat Merdeka, Rabu (16/7/2025).

Anggota Komisi IV DPR RI Daniel Johan meminta pelaku pengoplos beras ditindak sesuai bukti valid dan ketentuan yang berlaku. Selain itu, dia juga mendukung Pemerintah untuk membuka merek berasnya apa saja.

Baca juga : Gibran Ingin Pastikan Nggak Ada Potongan

"Agar diketahui memang beras yang dibeli oleh konsumen tidak sesuai standar," ujar Daniel Johan, Rabu (16/7/2025).

Untuk membahas topik ini lebih lanjut, berikut wawancara selengkapnya dengan Daniel Johan.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.