Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Situasi Global Pengaruhi Rencana Ciptakan 19 Juta Lapangan Kerja
Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil
Sabtu, 16 Agustus 2025 07:50 WIB
Sebelumnya
Bagaimana tanggapan Anda terkait pernyataan Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer bahwa realisasi 19 juta lapangan kerja sekarang ini sulit tercapai di tengah kondisi global saat ini. Apa tanggapan Anda?
Pemerintah tidak bisa hanya menunggu dunia stabil, karena itu faktor eksternal yang sulit dikontrol.
Seharusnya bagaimana dong?
Ya seharusnya ada strategi cadangan berbasis potensi domestik. Misalnya, memperkuat industri lokal, UMKM (usaha mikro, kecil dan menengah), padat karya, pertanian modern.
Baca juga : Irma Suryani Chaniago: MBG Bantu Ciptakan Lapangan Pekerjaan
Anda yakin cara seperti itu bisa membantu langkah Pemerintha menyediakan lapangan pekerjaan?
Tentu penciptaan lapangan kerja tetap berjalan walau global sedang goyah. Dengan kondisi sekarang, lebih realistis bicara mencapai secara bertahap daripada langsung angka besar sekaligus.
Apalagi yang dapat dilakukan Pemerintah?
Tak kalah penting adalah komunikasi publik juga perlu hati-hati.
Baca juga : Wamen Fajar Puji Prabowo
Kenapa dengam komunikasi publik oleh Pemerintah ini?
Ya, supaya masyarakat melihat Pemerintah tetap proaktif dan tidak terdengar pasif. Namun saya setuju sebagian dengan pernyataan Wamenaker bahwa target 19 juta lapangan kerja tidak bisa dilepaskan dari kondisi global.
Sebagian yang Anda setujui itu apa?
Kalau pasar ekspor lesu, harga komoditas turun, atau investasi asing tertahan, penciptaan kerja akan melambat. NNM
Baca juga : AI Hanya Alat Bantu, Tidak Bisa Menggantikan Jurnalis
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 16 Agustus 2025 dengan judul "Situasi Global Pengaruhi Rencana Ciptakan 19 Juta Lapangan Kerja, Mirah Sumirat: Jangan Menunggu Kondisi Dunia Stabil"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya