Dark/Light Mode

Evaluasi Satu Tahun Pemerintah, Program MBG Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Tamsil Linrung: Bukti Keberpihakan Presiden Ke Daerah

Kamis, 6 November 2025 07:10 WIB
Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Tamsil Linrung, Wakil Ketua DPD RI. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
Menurut Anda, bagaimana evaluasi program MBG setelah satu tahun berjalan di bawah koordinasi BGN?

Program Makan Bergizi Gratis adalah salah satu inovasi paling strategis dalam pemerintahan Presiden Prabowo Subianto. Dalam waktu singkat, MBG menjelma sebagai simbol keberpihakan Presiden kepada rakyat, terutama di daerah. Program ini bukan sekadar intervensi sosial, melainkan jembatan antara kebijakan sosial dan kemandirian ekonomi daerah. Ia membangkitkan aktivitas ekonomi lokal, menggerakkan petani, UMKM, dan dapur komunitas di berbagai pelosok. Tentu masih banyak ruang untuk penyempurnaan, tetapi arah dan semangatnya sudah benar: negara hadir secara konkret di meja makan rakyat.

Berdasarkan pengamatan Anda, apa kekuatan dan kelemahan MBG sejauh ini?

Kekuatan utamanya terletak pada arsitektur fiskal yang semakin berpihak kepada daerah. Untuk pertama kalinya, kita melihat aliran anggaran sosial yang benar-benar menggerakkan ekonomi lokal, tidak berhenti di atas kertas. MBG telah menjadi katalis pemerataan, menjahit kepentingan pusat dan daerah dalam satu orkestra kesejahteraan. Tentu ada kelemahannya, tapi kita bisa melihat BGN telah bergerak cepat melakukan penyempurnaan.

Baca juga : Pengelolaan Dana Haji Perlu Pengawasan Ketat

Apa masukan Anda agar MBG bisa berjalan lebih sempurna ke depan?

Saya mendorong adanya pengawasan publik. Pengawas ini bisa melibatkan mahasiswa, tokoh masyarakat, dan organisasi lokal sehingga lahir pengawasan partisipatif. Dengan begitu, kita menjaga transparansi, mutu, dan keberlanjutan program di lapangan. Tiap kali keliling ke daerah, saya selalu mengunjungi dapur MBG, sekolah penerima manfaat dan melihat langsung program ini, untuk memastikan berjalan sesuai visi Presiden.

Menurut Anda, bagaimana dampak nyata MBG sejauh ini?

Dampak MBG terasa di tiga lapisan penting. Pertama, tumbuhnya ekonomi lokal karena bahan pangan diserap dari petani dan produsen daerah. Kedua, meningkatkan stabilitas sosial karena anak-anak mendapatkan asupan gizi yang lebih baik, dan keluarga terbantu memenuhi kebutuhan dasar. Ketiga, munculnya kultur baru gaya hidup sehat, edukasi tentang gizi seimbang. MBG menjadi episentrum transformasi sosial.

Baca juga : 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Di Lemhannas

Terkait upaya BGN dalam memperkuat SOP dan mencegah kasus keracunan pada anak, apa pandangan Anda?

Saya menilai penyusunan SOP sudah diperkuat dengan sistem layanan mutu yang terukur dan berkelanjutan. Tinggal memastikan implementasi sesuai. MBG harus menjadi model kebijakan publik yang bukan hanya cepat, tetapi juga cermat dan aman.

BGN menargetkan hingga akhir tahun ini penerima MBG mencapai 40 juta orang. Apakah target ini realistis?

Saya optimis target itu bisa tercapai, asalkan sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan masyarakat terus dijaga. MBG sudah tumbuh menjadi gerakan bersama, bukan lagi sekadar proyek administratif. Semakin banyak pihak yang merasa memiliki, semakin besar peluang keberhasilannya. KAL

Baca juga : Kapolri Berikan Rasa Aman Ke Masyarakat

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 6 November 2025 dengan judul "Evaluasi Satu Tahun Pemerintah, Program MBG Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045, Tamsil Linrung: Bukti Keberpihakan Presiden Ke Daerah"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.