Dark/Light Mode

Evaluasi Satu Tahun Pemerintah, Program MBG Jadi Investasi Menuju Indonesia Emas 2045

Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman: Kami Bekerja Tidak Ada Libur

Kamis, 6 November 2025 07:15 WIB
Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman, Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)
Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman, Inspektorat Utama Badan Gizi Nasional. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Makanan Bergizi Gratis (MBG) hadir sebagai salah satu strategi pemerintah untuk menjawab tantangan gizi buruk di Indonesia. Program ini bukan sekadar penyediaan makanan, melainkan investasi jangka panjang untuk menyongsong Indonesia Emas 2045.

Hingga akhir Oktober 2025, program MBG sudah menjangkau 39,5 juta penerima manfaat. Jumlah dapur dan layanan SPPG mencapai 13.514 unit di 38 provinsi, 509 kabupaten/kota, dan 7.022 kecamatan. Pemerintah menargetkan akhir tahun nanti seluruh 82,9 juta penerima manfaat sudah bisa menikmati MBG.

Baca juga : Pengelolaan Dana Haji Perlu Pengawasan Ketat

Inspektorat Utama (Irtama) BGN Brigjen (Purn) Jimmy Alexander Adirman memastikan pihaknya tidak hanya berupaya menjaga kualitas gizi yang dihasilkan dari Program MBG ini, tapi juga memastikan program ini minim penyimpangan. “Kami sudah membuat standar operasional prosedur (SOP)-nya. Bagaimana anggaran itu mulai turun dari BGN, diverifikasi dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) langsung masuk ke SPPG-SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) melalui virtual account,” kata Jimmy.

Diakuinya, hal ini tidak mudah mengingat jumlah auditor di BGN masih terbilang minim. Namun demikian, dia memastikan pihaknya tidak patah semangat. Kegiatan sosialisasi, penandatanganan Pakta Integritas dan bimbingan teknis untuk meningkatkan kesadaran atas sistem pelaporan keuangan dan semangat antikorupsi terus digencarkan.

Baca juga : 25 Kepala Daerah Terpilih Ikuti KPPD Di Lemhannas

“Kami nggak ada libur. Bahkan sosialisasi kami lakukan Jumat, Sabtu dan Minggu. Kenapa? Karena kami tidak ingin mengganggu kegiatan operasional dapur,” tambah mantan Sekretaris Ditjen Kuathan, Kementerian Pertahanan ini.

Sementara itu, Wakil Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Tamsil Linrung menilai Program MBG telah menjelma sebagai simbol keberpihakan Presiden Prabowo Subianto kepada rakyat, terutama di daerah. Program ini bukan sekadar intervensi sosial, melainkan jembatan antara kebijakan sosial dan kemandirian ekonomi daerah.

Baca juga : Kapolri Berikan Rasa Aman Ke Masyarakat

“Ia membangkitkan aktivitas ekonomi lokal, menggerakkan petani, UMKM, dan dapur komunitas di berbagai pelosok,” kata Tamsil.

Untuk mengetahui lebih dalam pendapat dan pandangan Jimmy Alexander Adirman, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.