Dark/Light Mode

Israel Resmi Gabung Board of Peace, Bagaimana Sikap Indonesia Di BoP?

Dave Laksono: Suarakanlah Nilai-nilai Universal-Perdamaian

Sabtu, 14 Februari 2026 07:10 WIB
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR Fraksi Partai Golkar. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Bergabungnya Israel ke Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian bentukan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menimbulkan perbincangan di Tanah Air.

Pasalnya, Indonesia selama ini diketahui mendukung kemerdekaan Palestina, sementara hingga saat ini Palestina belum masuk ke BoP.

Bergabungnya Israel ke Board of Peace, diresmikan saat kunjungan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu ke Washington, untuk bertemu Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio. Dilansir Reuters, dalam foto yang beredar usai pertemuan Netanyahu dan Rubio menunjukkan keduanya memegang dokumen dengan tanda tangan Netanyahu, menandai bergabungnya Israel ke dewan tersebut.

Netanyahu mengatakan bahwa ia telah "Menandatangani aksesi Israel sebagai anggota Dewan Perdamaian".

Baca juga : Komisi XI Yakin Pansel Pilih Calon Berintegritas

Kepastian bergabungnya Israel ke BoP hanya dilakukan sepekan menjelang Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) perdana BoP yang rencananya akan digelar pada 19 Februari mendatang, di Washington DC.

BoP merupakan salah satu poin yang dimuat dalam 20 rencana Trump atas Gaza, di mana dewan tersebut bakal bertugas mengawasi pemerintahan sementara Gaza.

Tercatat, 26 negara yang jadi anggota organisasi ini termasuk Indonesia.

Menyikapi hal tersebut, Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menegaskan, Indonesia akan mendorong keterlibatan otoritas Palestina dalam BoP. "Indonesia oleh karenanya akan memanfaatkan keanggotaan di Board of Peace untuk juga aktif mendorong keterlibatan otoritas Palestina," ujar Juru Bicara Kemlu Yvonne Mewengkang, dalam keterangan videonya, Kamis (12/2/2026).

Baca juga : Menteri Ara Dan BRI Gaspol Perkuat Ekonomi Rakyat

Selain itu, lanjut dia, partisipasi Indonesia dalam BoP itu akan mengusahakan terwujudnya solusi dua negara.

"Dan memastikan seluruh proses tetap berorientasi pada kepentingan Palestina dan menghormati hak-hak dasar rakyat Palestina serta mendorong terwujudnya solusi dua negara," lanjutnya.

Hal ini pun menjadi perbincangan di Komisi I DPR. Wakil Ketua Komisi I DPR dari Fraksi Partai Golkar, Dave Laksono berpendapat, seluruh langkah diplomasi Indonesia, termasuk dalam isu perdamaian di Timur Tengah, selalu sejalan dengan kepentingan nasional dan amanat konstitusi.

"Suara Indonesia dalam isu-isu internasional tetap konsisten, konstruktif, dan berorientasi pada terciptanya stabilitas serta keadilan bagi seluruh bangsa," tegas Dave Laksono kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/2/2026).

Baca juga : Uang “Terima Kasih” Percepat Sertifikasi K3, Saksi Akui Terima Rp 65 Juta

Sementara itu, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDI-Perjuangan TB Hasanuddin menilai, Indonesia harus berjuang meminta kepada pimpinan BoP agar bisa mengajak Palestina masuk ke forum tersebut.

Sebab, menurut dia, percuma saja ada BoP yang membahas soal Gaza tetapi hanya ada satu negara yang berada di BoP.

"Jika tujuannya perdamaian dan pembangunan kedua belah pihak, maka Palestina harus masuk BoP," tegasnya saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (13/2/2026).

Untuk mengetahui pandangan dari Dave Laksono mengenai bergabungnya Israel ke BoP, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.