Dark/Light Mode

Usulan Kemenhaj Agar Umrah Lewat Asrama Haji Jadi Perbincangan

Mustolih Siradj: Yang Terpenting Adalah Pendataan

Senin, 16 Februari 2026 07:15 WIB
Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Mustolih Siradj, Ketua Komnas Haji. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

 Sebelumnya 
BAGAIMANA Anda melihat rencana kebijakan Kementerian Haji dan Umrah menerapkan sistem one stop service atau umrah dari asrama haji?

Namanya umrah itu kan tidak terbatas pada waktu tertentu seperti haji, yang harus musim haji dan ada hari arafah, musdalifah dan lempar jumrah. Berbeda dengan umrah yang justru memiliki fleksibilitas untuk menentukan kapan dia berangkat. Apalagi sekarang ada berbagai kebijakan dari Arab Saudi yang begitu mudah, ada visa umrah ada visa transit.

Umrah selama ini seperti apa?

Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Ini Opsional Untuk Lindungi Jemaah

Umrah ini sudah melalui Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah (PPIU), sehingga sudah menyiapkan segalanya, termasuk untuk transit menginap, misalnya hotel dan bandara. Nah maka itu, saya kira ini mesti dimatangkan konsep one stop service-nya. Karena kalau melalui aplikasi Nusuknya Arab Saudi, kan tidak mengenal waktu dan empat dua puluh empat jam bisa dilakukan. Mulai dari memesan, mengajukan visa, mulai dari akomodasi transportasi dilakukan di dalam satu aplikasi. Mudah diakses, cepat dan tanpa perlu ada transit di satu tempat, karena kalau sekarang era digital, jadi check in atau pendataan tidak harus transit di tempat. Dalam pengertian tempat yang fisik.

Lantas, usulan Anda seperti apa?

Sistem yang dibangun oleh Kemenhaj itu harus terintegrasi dengan Nusuknya Arab Saudi. Umrah itu kan ada yang diselenggarakan oleh PPIU seperti dari travel, ada juga umrah yang mandiri. Nah bagaimana perlindungan hukum bagi umrah mandiri. Supaya saat di Saudi bisa terpantau dan bisa diadvokasi.

Baca juga : Komisi IV Harap Bulog Kendalikan Harga Pangan

Maksud terintegrasi dengan Nusuk seperti apa?

Terpenting sebetulnya adalah pendataan. Artinya setiap orang yang berangkat ke luar negeri dengan jalan umrah, baik itu melalui PPIU melalui travel ataupun mandiri, bisa terpantau oleh sistem yang ada di Kementerian Haji dan Umrah.

Bagaimana dengan tujuan meningkatkan ekosistem ekonomi nasional?

Baca juga : Kapolri Dan Mbak Titiek Serahkan 16 Truk Bantuan

Saya kira opsi itu bisa mendorong ekosistem haji umrah ini makin baik. Saya setuju di level itu. Tetapi maksud saya, patokannya itu harus menggunakan hadir secara fisik, jemaah itu yang akan merepotkan. Sebetulnya bisa saja, kalau diintegrasikan dengan sistem Nusuk di Saudi. Karena sistem Nusuk tidak peduli mau menggunakan maskapai pesawat apa saja. Terpenting kan akan memanfaatkan pelaku-pelaku usaha, misalnya transportasi atau akomodasi hotel, semuanya ada pilihannya. Nah mestinya juga Pemerintah Indonesia begitu. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 16 Februari 2026 dengan judul "Usulan Kemenhaj Agar Umrah Lewat Asrama Haji Jadi Perbincangan, Mustolih Siradj: Yang Terpenting Adalah Pendataan"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.