Dark/Light Mode

Diprediksi Akan Menangkan Pilpres 2029

Gerindra Akan Jadikan Hasil Survei Untuk Bahan Evaluasi

Senin, 16 Februari 2026 06:40 WIB
Bendahara DPP Partai Gerindra, Mohamad Hekal. (Foto: Instagram/mohamad.hekal)
Bendahara DPP Partai Gerindra, Mohamad Hekal. (Foto: Instagram/mohamad.hekal)

RM.id  Rakyat Merdeka - Hasil survei Indekstat Konsultan Indonesia menegaskan posisi Partai Gerindra berada di puncak bursa partai politik (parpol) menuju Pemilu 2029. Partai Gerindra mendapatkan elektabilitas 33,7 persen.

“Dari apa yang dipaparkan Indekstat dalam survei ini, Insya Allah memperlihatkan kebijakan dan apa yang dilakukan Presiden Prabowo berikut administrasi yang dilakukan kabinet Pemerintahan rasanya sudah cukup benar dijalankan," kata Bendahara DPP Partai Gerindra, Mohamad Hekal di Jakarta, Minggu (15/2/2026). 

Wakil Ketua Komisi XI DPR ini menuturkan, hasil survei akan menjadi kanal bagi partainya dalam menangkap penilaian terhadap kebijakan dan langkah yang dilakukan pemerintahan maupun partai. 

Menurut Hekal, Partai Demokrat menyimpulkan bahwa pada Pemilu 2024 fenomena quartile effect atau dasar memilih berbasis ketokohan semakin melemah, karena paket-paket suara tidak lagi sepenuhnya bergantung pada figur caleg tertentu. 

“Hampir seluruh wilayah telah terjangkau oleh mesin partai, sehingga ruang untuk mendapatkan quartile effect menjadi semakin kecil,” katanya. 

Baca juga : BRI Pangkas Bunga PNM Dan Permudah Akses Hunian MBR

Gerindra, kata Hekal, sempat berasumsi target kemenangan partainya di pesta demokrasi lalu lebih dari 20 persen. Namun, kata dia, hasil akhirnya menempatkan partai di urutan ketiga dengan 13, 57 persen kursi di Senayan. 

Hekal menyoroti faktor ekonomi sebagai variabel penting, mengingat basis pemilih banyak berasal dari kelompok ekonomi lemah. Pun, Isu lapangan pekerjaan dinilai krusial, terutama karena sebagian pemilih dari kalangan buruh masih belum memiliki preferensi politik yang mantap. 

"Hasil survei seperti ini penting sebagai bahan evaluasi internal. Termasuk, untuk mempertajam program-program partai di masyarakat, mengidentifikasi program unggulan yang berhasil maupun yang kurang sukses," ujarnya. 

Head of Politics Indekstat Konsultan Indonesia, Saiful Muhjab mengatakan, elektabilitas Gerindra mencapai 33,7 persen. "Urutan kedua ada PDIP dengan 7,8 persen dan PKB di urutan ketiga dengan 7,0 persen," kata Saiful di Jakarta, Jumat (13/2/2026). 

Di urutan berikutnya, Partai Demokrat dengan elektabilitas 6,2 persen, Partai Golkar sebesar 5,5 persen, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) 5,3 persen, Partai Amanat Nasional (PAN) 3,5 persen, dan Partai NasDem 3,1 persen. 

Baca juga : Pebisnis Acungi Jempol Kebijakan Paket Ekonomi

Saiful menjelaskan, survei dilakukan secara terbuka atau top of mind dengan pertanyaan kepada responden: 'Jika pemilu legislatif dilakukan hari ini, partai apa yang akan Anda pilih?' 

Indekstat melakukan survei pada periode 11-25 Januari 2026 dengan melibatkan 1.200 responden di 38 provinsi. Semua responden itu berusia 17 tahun ke atas serta memiliki hak pilih ketika Pemilu 2029. 

Indekstat menggunakan metode pengumpulan data secara tatap muka dengan melibatkan enumerator terlatih. Mereka juga menggunakan multistage random sampling untuk menentukan sampel. Margin of error dari Indekstat ini kurang lebih 2,9 persen. 

"Hasil sigi juga menunjukkan masih banyak responden yang menjawab tidak tahu. Responden yang menjawab tidak tahu atau tidak menjawab sebesar 21,4 persen dan undecided voters 24,5 persen," kata Saiful. 

Sebelumnya, lembaga survei Indikator Politik Indonesia merilis hasil Survei Nasional terkait persepsi publik terhadap kinerja Presiden dan kepercayaan warga terhadap lembaga-lembaga Negara. Hasilnya, tingkat kepuasan publik terhadap kinerja Presiden Prabowo Subianto tergolong tinggi. 

Baca juga : Mudahkan Pegawai Mudik Lebaran, Pramono Siapkan WFA & Format Jaga Layanan

Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi mengungkapkan, mayoritas warga menyatakan cukup puas (66,9 persen) dan sangat puas (13 persen) terhadap kinerja Presiden Prabowo. Dengan demikian, total kepuasan publik mencapai 79,9 persen. 

“Ini angka yang tinggi, bahkan jika dibandingkan dengan awal pemerintahan Presiden SBY maupun Presiden Jokowi pascaPilpres,” ujar Burhanuddin di Jakarta, Minggu (8/2/2026). 

Selain mengukur kepuasan terhadap Presiden, survei mencatat sekitar 75 persen warga nasional menilai isu utama yang perlu mendapat perhatian Pemerintah adalah stabilitas harga kebutuhan pokok, pemberantasan korupsi, penyediaan lapangan kerja, serta pengurangan kemiskinan. 

Survei ini menggunakan metode multistage random sampling dengan jumlah sampel 1.220 responden yang tersebar secara proporsional di seluruh provinsi di Indonesia. Dengan asumsi simple random sampling, survei ini memiliki margin of error ±2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. [BSH]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.