Dark/Light Mode

Buntut Perang AS-Israel Vs Iran, Ribuan Jemaah Umrah Asal Indonesia Kena Dampak

Ichsan Marsha: Perlindungan WNI Kewenangan Kemenlu

Rabu, 4 Maret 2026 07:15 WIB
Ichsan Marsha, Bicara Kemenhaj. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id
Ichsan Marsha, Bicara Kemenhaj. Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id

RM.id  Rakyat Merdeka - Situasi di Timur Tengah kian mencekam usai serangan udara yang diluncurkan Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran. Kondisi ini memaksa sejumlah bandara ditutup dan penerbangan baik berangkat dan menuju Timur Tengah dibatalkan. Akibat dari peristiwa tersebut, ribuan jemaah umrah asal Indonesia pun terancam tak bisa pulang ke Tanah Air.

Ketua Komisi Nasional (Komnas) Haji Mustolih Siradj meminta Pemerintah untuk bisa menjamin keamanan dan keselamatan jemaah umrah. Dia menambahkan, berdasarkan data Sistem Komputerisasi Pengelolaan Umrah dan Haji Khusus (SISKOPATUH), hingga 2 Maret 2026, tercatat sebanyak 58.873 jemaah umrah Indonesia masih berada di Arab Saudi.

"Kami mendesak Pemerintah mengambil kebijakan dan langkah-langkah terukur, terutama dalam memberikan jaminan keamanan dan keselamatan kepada jemaah dari dampak perang yang masih terus berkecamuk dan tidak bisa diprediksi kapan akan berakhir," ujar Mustolih Siradj, Senin (2/3/2026).

Baca juga : Mustolih Siradj: Kemenhaj Harus Jamin Keselamatan Jemaah

Dia menambahkan, Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) sebagai leading sector dalam penyelenggaraan ibadah umrah, perlu mengambil langkah inisiatif dan aktif berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemlu).

"Perlu juga berkomunikasi dengan pihak maskapai, PPIU (Penyelenggara Perjalanan Ibadah Umrah), organisasi asosiasi haji dan umrah, tentu saja juga dengan otoritas Arab Saudi," lanjutnya.

Dihubungi terpisah, Juru Bicara Kementerian Haji dan Umrah, Ichsan Marsha menyampaikan, kepulangan jemaah umrah berjalan bertahap sejak akhir Februari.

Baca juga : Senayan Minta Utamakan Keselamatan Penumpang

Dia menambahkan, Pemerintah melalui Kemenhaj menegaskan komitmennya untuk memprioritaskan keselamatan dan perlindungan jemaah dalam setiap tahapan perjalanan.

"Pemerintah terus mengawal proses ini agar seluruh jemaah dapat pulang secara bertahap dan tertib,” ujar Ichsan, di Jakarta, Senin (2/3/2026).

Untuk mengetahui pandangan Ichsan Marsha mengenai langkah Pemerintah Indonesia menghadapi kondisi Timur Tengah khususnya untuk menangani jemaah umrah Indonesia, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.