Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pro Kontra Kebijakan Pembatasan Beli BBM
Herman Khaeron: Pembatasan Ini Agar Masyarakat Tak Boros
Senin, 6 April 2026 07:10 WIB
Sebelumnya
Pemerintah mengeluarkan kebijakan pembatasan pembelian BBM 50 liter per hari. Apa pandangan Anda?
Pembatasan ini dimaksudkan agar masyarakat tidak boros dalam penggunaan BBM. Secara teori, batas 50 liter per hari masih memungkinkan aktivitas masyarakat berjalan normal. Kebijakan ini patut diapresiasi selama implementasinya sesuai dengan perencanaan dan menghasilkan output yang diharapkan.
Tetapi, kebijakan pembatasan ini diprotes karena bisa menurunkan produktivitas?
Baca juga : Komisi IX: Efisiensi Berjalan, Hak Pekerja Tak Terabaikan
Jika dalam perjalanannya kebijakan ini menurunkan produktivitas, menghambat pertumbuhan ekonomi, atau mengganggu aktivitas masyarakat, maka kebijakan ini bisa dan harus dievaluasi. Pemerintah kemudian dapat mengeluarkan kebijakan baru yang lebih tepat sasaran.
Saya masih ingat dulu pada waktu kebijakan minyak goreng. Dalam satu bulan bisa tiga kebijakan keluar. Karena misalkan penutupan ekspor ternyata berdampak terhadap petani sawit. Begitu ekspor dibuka, ternyata semua diekspor karena harga internasional lebih tinggi, kemudian domestik tidak kebagian. Ini sebetulnya banyak hal yang diperhitungkan, tetapi meleset, ya kebijakan bisa diubah.
Intinya, kebijakan ini bisa diubah, ya?
Baca juga : Risikonya Denda, Deportasi Hingga Kena Cekal 10 Tahun
Kalau kebijakan 50 liter pembatasan ini ternyata mengakibatkan hal yang kurang positif terhadap rakyat kita, terhadap bangsa kita, ya kita bisa evaluasi dan kemudian dikeluarkan kebijakan baru.
Mengapa pembatasan konsumsi juga berkaitan dengan keamanan stok BBM?
Indonesia memproduksi minyak mentah sekitar 600 ribu barel per hari, sementara kebutuhan mencapai 1,5 juta barel per hari. Sisa kebutuhan dipenuhi dari impor. Karena jalur impor terganggu akibat penutupan Selat Hormuz, Pertamina harus menjaga cadangan BBM minimal 20–25 hari ke depan. Pembatasan konsumsi menjadi strategi untuk menjaga durasi aman stok tersebut.
Baca juga : AHY Tekankan Semangat Toleransi Dan Kebangkitan
Bagaimana dampaknya terhadap harga dan asumsi APBN?
Asumsi APBN menetapkan harga minyak mentah di level 70 dolar AS per barel, namun saat ini sudah menyentuh USD 110 per barel. Selisih ini memaksa pemerintah merevisi strategi fiskal. Kenaikan harga crude oil juga mendorong harga BBM nonsubsidi (Pertamax cs.) naik, yang pada akhirnya meningkatkan biaya logistik secara keseluruhan. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 6 April 2026 dengan judul "Pro Kontra Kebijakan Pembatasan Beli BBM, Herman Khaeron: Pembatasan Ini Agar Masyarakat Tak Boros"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya