Dark/Light Mode

Pro Kontra Kebijakan Pembatasan Beli BBM

Nurzaman: Aturan Ini Memberatkan Para Pelaku Usaha

Senin, 6 April 2026 07:15 WIB
Nurzaman, Wakil Ketua DPP Apindo Jakarta.
Nurzaman, Wakil Ketua DPP Apindo Jakarta.

 Sebelumnya 
Apa respons Anda terkait kebijakan Pemerintah yang membatasi pembelian minyak bersubsidi sebanyak 50 liter per hari?

Tentu, kalau dari sisi perusahaan dan dari sisi kacamata bisnis, pembatasan tersebut sangat memberatkan.

Harusnya tidak perlu dibatasi, ya?

Semestinya Pemerintah tidak perlu memberikan batasan terhadap pembelian bahan bakar tersebut sepanjang itu diperlukan untuk kepentingan bisnis. Atau mestinya Pemerintah memberikan perbedaan bidang apa saja yang dibatasi dan tidak.

Baca juga : Herman Khaeron: Pembatasan Ini Agar Masyarakat Tak Boros

Kalau pemerintah memberikan batasan atas pembelian bahan bakar minyak maksimal 50 liter, tentu kami akan keberatan pada saat operasional menjalankan bisnis.

Maksud Anda, jika untuk bisnis tidak perlu ada pembatasan?

Kami berharap Pemerintah tidak membatasi sepanjang itu untuk kepentingan dan keperluan dunia usaha. Kenapa demikian? Karena kegiatan atau operasional bisnis itu untuk menunjang produktivitas yang berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kalau kita dibatasi pembeliannya, dikhawatirkan akan terjadi pengurangan, penurunan atau istilahnya turbulensi terhadap produktivitas. Dampaknya, terjadi penurunan terhadap ekonomi. Oleh karena itu, kami tidak berharap seperti itu.

Baca juga : Komisi IX: Efisiensi Berjalan, Hak Pekerja Tak Terabaikan

Pemerintah melalui bapak Presiden berharap ada pertumbuhan ekonomi 8 persen. Kalau kami dibatasi, maka dikhawatirkan pertumbuhan ekonomi yang diharapkan itu tidak tercapai.

Menurut Anda, apa dampak dari pembatasan tersebut terhadap dunia usaha?

Dengan kebijakan pembatasan pembelian BBM, dikhawatirkan akan terjadi penurunan pengiriman di bidang ekspedisi dan di bidang transportasi. Pelaku usaha tentu akan keberatan karena akan berdampak terhadap pertumbuhan usaha di sektor transportasi atau ekspedisi.

Akibatnya, banyak pengiriman barang yang tertunda karena kekurangan bahan bakar. Karena itu, kami mohon kepada Pemerintah untuk mencabut kembali kebijakan atau mempertimbangkan kembali tentang pembatasan pembelian bahan bakar minyak, terutama untuk sektor-sektor bisnis. REN

Baca juga : Risikonya Denda, Deportasi Hingga Kena Cekal 10 Tahun

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 6 April 2026 dengan judul "Pro Kontra Kebijakan Pembatasan Beli BBM, Nurzaman: Aturan Ini Memberatkan Para Pelaku Usaha"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.