Dark/Light Mode

Membaca Sikap Buruh Setelah Jumhur Hidayat Masuk Kabinet

Mirah Sumirat: Gerakan Buruh Tidak Bergantung Satu Orang

Jumat, 8 Mei 2026 07:10 WIB
Mirah Sumirat, Presiden Aspirasi. Foto: IG PRIBADI
Mirah Sumirat, Presiden Aspirasi. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Apa tanggapan Anda soal masuknya Jumhur Hidayat ke kabinet?

Masuknya Jumhur Hidayat ke dalam kabinet tentu menjadi sinyal bahwa isu ketenagakerjaan mulai mendapat ruang yang lebih serius di dalam Pemerintahan. Namun, bagi kami, ini bukan semata soal figur, melainkan soal keberpihakan kebijakan.

Jadi ini kabar baik bagi buruh?

Potensinya iya, tetapi tetap harus dibuktikan melalui kebijakan konkret.

Seperti apa?

Baca juga : Penyidik Diminta Hadirkan Rasa Aman Dan Keadilan

Kebijakan yang berpihak pada perlindungan dan kesejahteraan buruh, bukan hanya simbol representasi.

Apa dengan masuknya Jumhur bisa menjembatani aspirasi buruh ke Pemerintah?

Secara posisi, tentu Jumhur memiliki peluang strategis untuk menjembatani aspirasi buruh ke Pemerintah. Beliau memahami dinamika gerakan buruh dari dalam. Namun, efektivitasnya sangat bergantung pada sejauh mana beliau berani mendorong perubahan kebijakan yang selama ini merugikan buruh.

Contoh kebijakan yang merugikan buruh?

Misalnya soal outsourcing, upah layak, dan perlindungan kerja. Jadi, kami melihat ini sebagai kesempatan, bukan jaminan.

Baca juga : Gejala Anemia Menurun Semangat Belajar Naik

Lantas, apakah teman-teman buruh akan lebih “melunak” pasca Jumhur masuk ke kabinet?

Kami perlu luruskan, gerakan buruh tidak bergantung pada satu orang. ASPIRASI dan serikat buruh lainnya berdiri atas kepentingan kolektif pekerja. Jadi, tidak ada istilah “melunak” hanya karena ada satu tokoh masuk ke dalam kabinet.

Bagaimana jika kebijakan Pemerintah lebih berpihak kepada buruh?

Kalau kebijakan Pemerintah berpihak pada buruh, tentu kami akan mendukung. Namun, jika masih merugikan, kami tetap akan bersikap kritis. Itu prinsip dasar gerakan buruh.

Apa akan menyuarakan aspirasi buruh melalui berbagai aksi seperti biasanya?

Baca juga : Revisi UU Pemilu, Golkar Maunya Segera Dibahas

Kami akan tetap konsisten dan tegas memperjuangkan hak buruh, baik melalui dialog maupun aksi. Masuknya Jumhur justru kami harapkan bisa membuka ruang komunikasi yang lebih konstruktif. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Jumat, 8 Mei 2026 dengan judul "Membaca Sikap Buruh Setelah Jumhur Hidayat Masuk Kabinet, Mirah Sumirat: Gerakan Buruh Tidak Bergantung Satu Orang"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.