Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pembubaran Diskusi Di UGM Menuai Perdebatan Publik
Lucius Karus: Mahasiswa Sedang Aktif Suarakan Kritik
Sabtu, 20 Juni 2026 07:15 WIB
Sebelumnya
Bagaimana pendapat Anda mengenai peristiwa pembubaran diskusi yang menghadirkan tiga menteri di UGM?
Saya kira tindakan mahasiswa dalam kasus diskusi di UGM dapat dipahami. Saat diskusi berlangsung, mahasiswa sedang aktif dan serius menyuarakan kritik terhadap berbagai kebijakan Pemerintah. Di tengah situasi tersebut, hadir tiga tokoh yang merupakan bagian dari Pemerintahan di kampus UGM.
Karena itu, dapat dimengerti jika momentum kehadiran tiga pejabat Pemerintah tersebut dijadikan sarana oleh mahasiswa untuk menunjukkan sikap kritis mereka terhadap Pemerintah.
Namun, banyak pihak mengecam tindakan pembubaran tersebut. Bagaimana tanggapan Anda?
Baca juga : Fadli Zon: Sangat Disayangkan Terjadinya Di Kampus
Orang tentu dapat berbeda pendapat mengenai cara yang digunakan mahasiswa UGM. Namun, pesan yang ingin mereka sampaikan cukup jelas, yakni tuntutan agar Pemerintah mempertanggungjawabkan kebijakan-kebijakan yang dinilai bermasalah.
Dalam pandangan mahasiswa, persoalan tanggung jawab itu tidak lagi berada pada tahap diskusi karena kebijakan yang dipersoalkan sudah diputuskan dan dijalankan Pemerintah. Karena itu, ekspresi mahasiswa menunjukkan bahwa mereka tidak lagi menginginkan dialog dalam pengertian formal sebab keputusan telah diambil dan dampaknya sudah terlihat.
Mereka menilai sejumlah kebijakan tidak melalui proses dialog yang serius sebelum diterapkan sehingga pelaksanaannya memunculkan berbagai persoalan. Salah satu contoh yang sering menjadi sorotan adalah program MBG.
Dialog pada dasarnya mengandaikan bahwa suatu kebijakan masih berada dalam tahap pembahasan. Dalam kasus ini, kebijakan telah dijalankan dan berbagai masalah dalam implementasinya sudah terlihat.
Baca juga : DPR Kebut Pembahasan RUU Perampasan Aset
Menurut Anda, apakah aksi pembubaran itu terjadi karena mahasiswa sudah kecewa dengan sikap Pemerintah?
Dari sudut pandang mahasiswa, Pemerintah dinilai tidak menempatkan dialog sebagai hal yang penting dalam proses pengambilan kebijakan. Karena itu, ketika tiga pejabat Pemerintah datang dengan membawa agenda dialog, muncul pertanyaan dari mahasiswa: kebijakan-kebijakan tersebut sudah diputuskan dan dijalankan, lalu apa yang sebenarnya masih ingin didialogkan?
Ekspresi mahasiswa pada akhirnya lebih menyoroti sikap Pemerintah yang dianggap tidak memberikan ruang bagi dialog yang sungguh-sungguh sebelum kebijakan ditetapkan. Jika proses dialog tidak dihormati pada tahap perumusan kebijakan, kehadiran perwakilan Pemerintah di kampus dianggap kehilangan makna.
Mahasiswa juga menilai ketiga perwakilan Pemerintah tersebut lebih ingin melakukan sosialisasi atau kampanye kebijakan Pemerintah. Menurut mereka, agenda itu dikemas dengan istilah dialog, padahal substansinya lebih dekat pada penyampaian dan pembelaan kebijakan yang sudah diputuskan. REN
Baca juga : Wapres Minta Kopdes Jadi Penggerak Ekonomi Desa
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Sabtu, 20 Juni 2026 dengan judul "Pembubaran Diskusi Di UGM Menuai Perdebatan Publik, Lucius Karus: Mahasiswa Sedang Aktif Suarakan Kritik"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya