Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Bahas Perdagangan, Investasi Dan Energi
Menko Airlangga Matangkan Kerja Sama Dengan Kuwait
Sabtu, 20 Juni 2026 06:45 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Indonesia dan Kuwait sepakat memperkuat kerja sama bilateral, khususnya di bidang ekonomi dan energi di tengah meningkatnya ketidakpastian global.
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, sektor ekonomi dan energi menjadi fondasi penting bagi kedua negara dalam menghadapi tantangan global, sekaligus mendorong pertumbuhan berkelanjutan.
“Indonesia dan Kuwait memiliki hubungan diplomatik dengan fondasi yang kuat. Hal ini penting dalam memperluas kerja sama bilateral. Kedua negara sepakat bekerja sama dalam ketahanan energi di tengah ketidakpastian geopolitik,” kata Airlangga saat menerima kunjungan Duta Besar Kuwait untuk Indonesia Khalid Jassim Alyassin di Jakarta, yang dikutip, Jumat (19/6/2026).
Menurut Airlangga, hubungan ekonomi Indonesia dan Kuwait menunjukkan tren positif. Nilai perdagangan kedua negara meningkat 10,69 persen, dari 547,5 juta dolar AS (Rp 9,7 triliun) pada 2024 menjadi 606 juta dolar AS (Rp 10,7 triliun) pada 2025.
Baca juga : Banyak Tokoh Ingin Gabung Ke Gerindra Bali
“Sementara investasi Kuwait di Indonesia naik dari 290 ribu dolar AS (Rp 5,1 miliar) pada 2024 menjadi 1,2 juta dolar AS (Rp 21,3 miliar) pada 2025 yang didominasi oleh sektor minyak dan gas (migas),” ungkapnya.
Airlangga menjelaskan, penguatan hubungan kedua negara juga merupakan tindak lanjut dari pertemuan sebelumnya saat Dubes Khalid menyerahkan Letter of Credence kepada Presiden Prabowo Subianto pada November 2025.
Dalam pertemuan terbaru tersebut, kedua pihak membahas penguatan kerja sama di sektor perdagangan, investasi dan energi. Pada sektor energi, Kuwait Foreign Petroleum Exploration Company telah terlibat dalam delapan kegiatan eksplorasi minyak dan gas di Indonesia, antara lain di Pulau Buton, Laut Natuna dan Kalimantan Timur.
Konsorsium KUFPEC Indonesia BV juga melakukan kegiatan eksplorasi di wilayah Anambas.
Baca juga : Redam Kenaikan Harga, Bulog Usul Dagang Beraskita Premium
Kedua pihak berkomitmen mengawal implementasi berbagai Nota Kesepahaman yang telah disepakati. Hal ini untuk memberikan manfaat optimal bagi ketahanan energi dan hubungan bilateral Indonesia-Kuwait.
“Kedua pihak juga sepakat mendorong percepatan penyelesaian perundingan Indonesia-Gulf Cooperation Council (negara-negara anggota Dewan Kerja Sama Teluk) Free Trade Agreement, yang ditargetkan rampung pada akhir 2026,” jelasnya.
Dubes Khalid mengatakan, kerja sama energi kedua negara telah berjalan baik melalui Nota Kesepahaman Kerja Sama Migas dan Petrokimia yang disepakati pada 2019.
Selain sektor energi, Indonesia dan Kuwait juga memiliki sejumlah Nota Kesepahaman lain. Yakni pembentukan komisi bersama, kerja sama ekonomi dan teknik, serta kerja sama perdagangan yang ditandatangani pada 2007.
Baca juga : RI Suarakan Ketahanan Pangan Dan Energi Dunia
“Berbagai Nota Kesepahaman yang dimiliki kedua negara menunjukkan signifikansi peran Indonesia bagi Kuwait, khususnya di bidang ekonomi,” pungkas mantan Menteri Perindustrian itu. DIR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 8, edisi Sabtu, 20 Juni 2026 dengan judul "Bahas Perdagangan, Investasi Dan Energi Menko Airlangga Matangkan Kerja Sama Dengan Kuwait"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya