Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
IPMI: Bonus Demografi Harus Didukung Peningkatan Investasi Pendidikan
Selasa, 23 Juli 2024 17:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Tantangan ekonomi di Kawasan Asia Tenggara masih berkutat pada tiga isu utama yaitu geopolitik, ancaman krisis pangan, dan angka kemiskinan. Adapun persoalan pendidikan belum mendapatkan perhatian yang besar.
"Padahal, sumber daya manusia yang terdidik mampu mengakselerasi pertumbuhan ekonomi yang dibutuhkan dalam meningkatkan kesejahteraan rakyat," kata Rektor IPMI Institute Prof. M. Aman Wirakartakusumah, dalam siaran pers pada Selasa (23/7/2024).
Menurutnya, ekonomi negara China saat ini menjadi yang terbesar di dunia akibat investasi besar-besaran di bidang pendidikan sekitar tahun 90-an. Pemerintah China banyak menugaskan tenaga pengajar dari luar negeri untuk mengajar anak-anak muda di perguruan tinggi.
Baca juga : Syuting Pinjam 100, Bamsoet Dorong Peningkatan Kualitas Film Nasional
"Bonus demografi yang akan didapatkan Indonesia pada rentang tahun 2030-2040, harus dimanfaatkan dengan peningkatan kualitas pendidikan, supaya memperbesar peluang Indonesia menjadi negara maju," imbuhnya.
Sementara, Ekonom Gita Wirjawan, dalam acara Business in Southeast Asia di IPMI Institute mengatakan, China berani berinvestasi besar di bidang pembangunan sumber daya manusia. Investasi di bidang pendidikan itulah yang membuat Produk Domestik Bruto (PDB) per kapita Tiongkok tumbuh hampir 10 kali lipat dalam 30 tahun terakhir.
“Sedangkan negara-negara ASEAN hanya tumbuh sekitar 2,7 kali lipat. Kedepan, jika negara-negara ASEAN mau minimal menyamai ekonomi China, maka kita harus lebih serius menanamkan modal untuk peningkatan keterampilan dan pengetahuan," ujarnya.
Baca juga : Gamawan Fauzi: Vasco Anak Muda Harus Didukung untuk Maju Sebagai Pemimpin
Mantan Menteri Perdagangan itu juga menyoroti soal penanaman modal yang masuk ke kawasan Asia Tenggara. Ditambahkan, Singapura masih menjadi negara dengan nilai investasi asing langsung atau foreign direct investment (FDI) yang tertinggi di ASEAN dalam tiga dekade terakhir. Ini disebabkan tingkat kepercayaan investor lebih tinggi ke Singapura ketimbang Sembilan negara ASEAN lainnya.
Gita yang juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) menyebut, investasi asing seringkali menciptakan lapangan kerja baru, mengurangi tingkat pengangguran, dan mendongkrak kualitas sumber daya manusia. Pasalnya, investor asing biasanya membawa teknologi dan keterampilan manajerial ke negara tuan rumah, yang dapat meningkatkan kapabilitas industri lokal.
"Asia Tenggara, termasuk Indonesia, memiliki peluang yang luar biasa menyamai ekonomi China mengingat secara demografis kita jauh lebih baik. Maka dari itu kita harus terus meningkatkan kompetensi dan integritas yang sudah ditanamkan dan dikedepankan selama beberapa decade terakhir," pungkasnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya