Dark/Light Mode

Muhaimin Dorong Pemerintah Tingkatkan Rekrutmen Dokter

Selasa, 2 Juli 2024 19:03 WIB
Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)
Muhaimin Iskandar. (Foto: Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua DPR  bidang Korkesra, Abdul Muhaimin Iskandar menanggapi, keinginan Presiden Jokowi agar harga alat kesehatan (alkes) dan obat-obatan di Tanah Air setara dengan negara tetangga.

Pria yang akrab disapa Gus Muhaimin itu pemerintah yang berupaya menyetarakan harga alat kesehatan. Namun, kata dia, untuk obat-obatan seharusnya gratis bagi setiap warga negara Indonesia.

"Oya bagus (penyetaraan harga alkes dan obat-obatan). Tapi kalau obat-obatan seharusnya gratis dong. Itu kewajiban negara menjamin kesehatan warganya lho," katanya di Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Baca juga : Tekan Emisi Karbon, Pemerintah Targetkan Punya 15 Proyek CCS/CCUS Pada 2030

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini menilai optimalisasi rekrutmen dokter seharusnya menjadi prioritas pemerintah saat ini. Pasalnya, dokter di Indonesia masih kurang banyak.

“Saya kira kalau alkes dan dan obat-obatan ada tapi dokternya sedikit, ya tetap susah juga kita. Mereka-mereka itu yang tahu dosis tepat di bidang kesehatan," ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Jokowi baru saja menggelar rapat internal dengan Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin di Istana Presiden, Jakarta. Budi mengatakan, Presiden ingin harga alat kesehatan dan obat-obatan di Tanah Air setara dengan negara tetangga.

Baca juga : OJK Lantik 2 Pejabat Setingkat Deputi Komisioner

"Kan kita alat kesehatan dan obat-obat itu mahal," ujar Budi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (2/7/2024).

Sebagai perbandingan, kata Budi, harga obat-obatan di Indonesia bisa lebih tinggi, bahkan bisa lima kali lipat dibanding di Malaysia. "Tadi juga disampaikan bahwa perbedaan harga obat itu tiga kali, lima kali, dibandingkan dengan di Malaysia misalnya, 300 persen bahkan (sampai) 500 persen," ucap Budi.

Budi mengatakan, Jokowi juga minta agar industri alat kesehatan dibangun. Hal ini agar Indonesia bisa sigap bila sewaktu-waktu pandemi terjadi lagi.

Baca juga : Jadi Dewan Pembina ABUJAPI, Bamsoet Dorong Peningkatan Profesionalisme Satpam

Menurut Budi, harga alkes dan obat-obatan yang tinggi dikarenakan adanya inefisiensi hingga masalah tata kelola. Ia ingin seluruhnya berjalan transparan.

"Sehingga tidak ada peningkatan harga yang unreasonable atau unnecessary dalam proses pembelian alkes dan obat-obatan. Itu kan itu lebih masalah tata kelola dan desain proses pembelian kita itu seperti apa," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.