Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Seru dan Edukatif! Game Ini Bantu Remaja Desa Jatitengah Pilah Sampah dengan Cermat
Senin, 4 November 2024 22:00 WIB
Permasalahan sampah masih menjadi isu krusial di masyarakat kita. Sampah yang tidak terpilah dari sumbernya, pembakaran sampah yang dianggap wajar, dan kebiasaan membuang sampah sembarangan adalah tantangan yang harus dihadapi. Untuk mengatasi masalah ini, edukasi sejak dini menjadi kunci.
Pada 26 Juli, saya bersama Tim KKN II Universitas Diponegoro (Undip) menggelar acara bertajuk "Peningkatan Kesadaran Pilah Sampah Melalui Game Edukatif Multisensori". Acara digelar di Posyandu Remaja, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman remaja mengenai pentingnya memilah sampah.
Acara ini dihadiri 27 orang remaja yang sangat antusias. Remaja merupakan target utama karena mereka diharapkan menjadi agen perubahan dalam pengelolaan sampah di lingkungan mereka. Dengan melibatkan remaja, diharapkan edukasi mengenai pemilahan sampah dapat menyebar lebih luas dan efektif.
Baca juga : JIEP Bantu Warga Kelurahan Jatinegara Gelar Sanitasi Bersih


Acara dimulai dengan pemutaran video edukatif mengenai pemilahan sampah. Video ini memberikan gambaran jelas tentang jenis-jenis sampah dan cara memilahnya. Setelah itu, peserta diberikan materi tentang pentingnya memilah sampah, disampaikan dengan cara yang menarik dan mudah dipahami.
Baca juga : Mentan Salurkan Bantuan Benih Dan Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kampung Wanam
Selanjutnya, peserta diajak untuk praktik langsung memilah sampah. Pada sesi ini, peserta diberikan berbagai jenis sampah dan diminta untuk memisahkannya ke dalam kategori yang tepat. Pada awalnya, banyak peserta yang masih bingung dan melakukan kesalahan dalam memilah sampah. Namun, melalui bimbingan dan pengulangan, mereka mulai memahami dan mampu membedakan antara sampah organik dan anorganik.
Bagian paling menarik dari acara ini adalah game edukatif yang berfokus pada pemilahan sampah. Game ini memberikan pengalaman multisensori yang menyenangkan dan menantang, dengan hadiah menarik bagi yang berhasil. Para peserta sangat antusias mengikuti game ini, dan melalui permainan ini, mereka semakin terlatih dalam memilah sampah dengan benar.
Melalui acara ini, terlihat peningkatan pemahaman dan kesadaran remaja terhadap pentingnya memilah sampah. Pada awalnya, banyak peserta yang masih salah dalam memilah sampah, namun setelah dilakukan tiga kali giliran praktik, mereka sudah bisa membedakan dengan baik antara sampah organik dan anorganik. Metode edukasi yang interaktif dan menyenangkan terbukti efektif dalam mengubah perilaku dan kebiasaan peserta.
Baca juga : Malam Ini, Dewa United Incar Kemenangan Perdana
Acara "Peningkatan Kesadaran Pilah Sampah Melalui Game Edukatif Multisensori" menunjukkan bahwa edukasi yang interaktif dan menyenangkan dapat meningkatkan kesadaran remaja terhadap pengelolaan sampah. Hal ini sejalan dengan yang dikatakan Vita (11 tahun), siswi kelas VI peserta posyandu remaja.Dia menyatakan, awalnya bingung membadakan sampah. Tapi, setelah ikut acara ini, dia jadi tahu mana sampah organik dan anorganik. Dia juga memuji game-nya yang seru banget.
Langkah kecil ini diharapkan dapat membawa perubahan besar bagi lingkungan di masa depan. Dengan melibatkan generasi muda, kita dapat menciptakan masa depan yang lebih bersih dan lebih sehat.
Nadia Maharani Eka Suci
Mahasiswa Teknik Lingkungan Undip 2021
Mahasiswa Teknik Lingkungan Undip 2021
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya