Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Sekolah Alam Mangrove Bersejarah, Oase Penanaman Kecintaan Lingkungan pada Anak
Jumat, 16 Agustus 2024 13:15 WIB
Bersempena dengan Hari Kemerdekaan RI, saya berkesempatan mengunjungi Sekolah Alam Mangrove Bersejarah yang terletak di Desa Kayu Ara Permai, Kabupaten Siak, dengan waktu tempuh dari Kota Pekanbaru berkisar tiga jam. Ketika berkunjung, saya didampingi Ketua Kelompok Laskar Mandiri Adhi Karim yang juga seorang penggiat lingkungan konservasi mangrove dan pembina Sekolah Alam Mangrove Bersejarah.
Tempat ini begitu tenang dengan khas udara laut yang dikelilingi hutan bakau yang cukup rapat. Sambil berjalan memasuki hutan bakau, Adhi bercerita bahwa tidak mudah melakukan konservasi mangrove ini. Diperlukan kegigihan dan keuletan dalam menjaganya, apalagi ini bukan tanaman yang secara ekonomi menjanjikan seperti sawit.
Baca juga : Torehkan Prestasi, DPP Golkar Akan Berikan Penghargaan Kepada Airlangga
Karena itu, kami berpikir untuk membina generasi baru yang mencintai lingkungan. Maka, lahirlah Sekolah Alam Mangrove Bersejarah ini, yang bertujuan untuk menanamkan nilai kecintaan terhadap alam dari usia dini. Diharapkan anak-anak ini akan mengerti betapa pentingnya menjaga alam sebagai anugerah dari Sang Pencipta.
Anak-anak perlu dididik secara langsung di lapangan dengan konsep bermain dan belajar. Mereka dikenalkan dengan berbagai vegetasi mangrove, peran penting dan fungsi mangrove dalam ekosistem air payau dan biota laut.
Baca juga : Optimalisasi Jaminan Sosial, Perluas Kepesertaan Dan Tingkatkan Layanan
Alhamdulillah, dengan konsep belajar seperti itu, jumlah siswa terus meningkat. Yang awalnya 11 orang, sekarang sudah mencapai 29 orang.
Penulis mengapresiasi hal luar biasa yang sudah dilakukan kawan-kawan penggiat lingkungan mangrove Laskar Mandiri. Sekolah alam seperti ini sangat positif, selain memberikan pengetahuan dan meningkatkan kreativitas siswa juga dapat membangun karakter mandiri bagi anak.
Baca juga : Sudirman Said Beri Motivasi Anak Muda Giatkan Advokasi Kebijakan Lingkungan
Untuk itu, perlu diduplikasi di daerah lain dan didukung semua pihak sebagai oase pembentuk generasi yang peduli lingkungan, yang inisiatifnya langsung datang dari masyarakat.
Menurut hemat penulis, alangkah baiknya ide sekolah alam ini diadopsi oleh setiap desa yang berlokasi sepanjang pesisir Sumatera, dengan Dinas Lingkungan Hidup sebagai penyuluh dan pembuat kurikulumnya. Sehingga betul-betul menjadi oase yang terstruktur dan massif dalam menanamkan kecintaan anak terhadap lingkungan.
Denni
Penggiat Lingkungan
Penggiat Lingkungan
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya