Dark/Light Mode

Karier Dosen Berprestasi Kemendikbudristek

Prof Nadi Suprapto Dinominasikan dalam Anugerah Academic Leader 2024

Minggu, 22 September 2024 20:19 WIB
Prof Nadi Suprapto (Foto: Dok. Humas UNESA)
Prof Nadi Suprapto (Foto: Dok. Humas UNESA)

RM.id  Rakyat Merdeka - Profesor Pendidikan Fisika Nadi Suprapto dari Universitas Negeri Surabaya (UNESA), masuk nominasi dalam Anugerah Academic Leader 2024, pada Kategori Dosen Bidang Kependidikan. Hal itu diketahui dari Surat Pemberitahuan Verifikasi/Fact Finding Dosen Academic Leader 2024, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek), Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dengan nomor 2497/E4/DT.04.03/2024, tanggal 1 September.

Acara penganugerahan rencananya akan dilaksanakan pada November 2024. Dalam Pedoman Program Academic Leader 2024 yang ditandatangani Direktur Sumber Daya, Ditjen Diktiristek, Kemendikbudristek, Mohammad Sofwan Effendi pada Februari 2024, pemberian Anugerah Academic Leader ini diselenggarakan di antaranya dengan landasan hukum Undang-Undang (UU) Nomor 18 Tahun 2002 tentang Sistem Nasional Penelitian, Pengembangan, dan Penerapan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (Iptek), serta Peraturan Presiden Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional Tahun 2020-2024.

Kriteria yang mendapatkan nominasi Anugerah Academic Leader ini adalah dosen yang mengemban tugas tambahan sebagai pemimpin di perguruan tinggi. Tujuan dari penyelenggaraan penghargaan ini untuk memberikan dorongan kepada dosen, agar terpacu mengembangkan ide kreatif dalam implementasi Merdeka Belajar, Kampus Merdeka dan secara nyata berkontribusi terhadap pencapaian Indikator Kinerja Utama (IKU).

Kegiatan ini juga bertujuan membangun iklim kondusif untuk penguatan dan pengembangan inovasi, sebagai outreach dari Iptek dalam penciptaan nilai tambah komersial, ekonomi dan sosial budaya secara berkelanjutan melalui kerjasama dengan berbagai pihak, baik di tingkat nasional maupun internasional.

Seiring hal itu, Kemendikbudristek mengamanatkan kepada dosen di perguruan tinggi untuk menjadi pemimpin keilmuan yang visioner, mampu menginspirasi dosen muda dan mahasiswa, unggul dalam karya inovatif yang bermakna nyata, baik secara akademik maupun kebermaknaan bagi pembangunan masyarakat dan bangsa, serta mendapat pengakuan nasional maupun internasional.

Prof Nadi Suprapto bangga namanya masuk nominasi dalam penghargaan terbaik untuk para akademisi di perguruan tinggi. Dia bersyukur mampu memenuhi syarat menjadi kandidat penerima penghargaan bagi dosen yang menjadi pemimpin keilmuan. Ia menyambut baik program pemerintah ini, yang memberi apresiasi bagi dosen yang visioner dan memiliki prestasi akademik maupun non akademik.

"Iya, luar biasa. Alhamdulillah, puji syukur kepada Allah SWT. Sebagai dosen, selama ini saya fokus bekerja dan berusaha memberikan yang terbaik,” ujarnya, saat berbincang dengan Rakyat Merdeka/RM.id.

Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah UNESA ini merasa senang atas pencapaiannya. Prestasinya ini ia persembahkan kepada UNESA yang secara penuh telah mendukungnya. “Terima kasih kepada semua sivitas akademika, kolaborasi dan sinergitas adalah kunci pencapaian kita selama ini,” ucapnya.

Prof Nadi mengatakan, nominasi tersebut menjadi pelecut semangat baginya untuk terus bekerja lebih baik lagi. "Ini membuat saya termotivasi dan terpacu untuk lebih berprestasi," katanya. 

Nadi menambahkan, sebagai seorang dosen sekaligus Guru Besar di UNESA, penghargaan yang diberikan kepadanya menjadi bukti bahwa kerja kerasnya dihargai. Nadi berharap, program ini terus berlanjut di tahun-tahun berikutnya, agar bisa meningkatkan motivasi kepada para dosen. Ia juga mengajak seluruh dosen UNESA untuk terus melanjutkan praktik terbaiknya yang telah dicapai.

Baca juga : Kemendikbudristek Siapkan Gelaran Anugerah Kebudayaan 2024

“Semoga ini bisa menjadi motivasi kepada yang lain, agar mendapatkan inspirasi bagaimana cara kerja dosen maupun sebagai pemimpin akademis dalam melahirkan capaian-capaian yang telah dihasilkan,” ucap Prof Nadi.

Satu tahun terakhir, dalam keterangan di Data CV Dosen UNESA, Prof Nadi Suprapto tercatat mengampu 43 mata kuliah. Dia sudah melakukan pengabdian sebanyak 9, sudah mempublikasi artikel ilmiah dalam jurnal sebanyak 271, memiliki karya buku sebanyak 20, menjadi pemakalah seminar ilmiah sebanyak 41, dan memperoleh Hak Kekayaan Intelektual (HKI) sebanyak 41.

Prof Nadi Suprapto sudah 19 tahun mengabdi di UNESA. Pria asal Sidoarjo, Jawa Timur, ini memulai karier dosen di Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA). Saat dikukuhkan Rektor UNESA sebagai Guru Besar Bidang Pendidikan Fisika pada 23 Desember 2022, Nadi Suprapto berusia 41 tahun. 

“Sekarang di tahun 2024, usia Saya sudah 43, dan masih menyandang sebagai Guru Besar Pendidikan Fisika termuda di Indonesia,” ucap pria kelahiran 1981 ini.

Nadi mengungkapkan, kunci kesuksesan dirinya menjadi Guru Besar pada usia yang terbilang muda tidak lepas dari ketekunannya dalam menjalankan Tridarma Perguruan Tinggi dengan sebaik-baiknya, yaitu pendidikan pengajaran, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang diindikasikan dengan pencapaian Indikator Kinerja Utama Perguruan Tinggi (IKU PTN).

Di 2023, Prof Nadi menjadi pemenang pertama dalam penghargaan Kategori Pegawai Negeri Sipil (PNS) Jabatan Fungsional Dosen Kemendikbudristek, melalui Biro Sumber Daya Manusia (Biro SDM). Penghargaan tersebut diberikan sebagai wujud implementasi amanat Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 30 tahun 2018.

Perjalanan akademik Prof Nadi Suprapto berawal dari jenjang sekolah dasar yang ia tempuh di SD Negeri Sambungrejo 01 dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Al-Falah Sambungrejo. “Pagi saya sekolah di SD, lalu sorenya sekolah di MI,” ceritanya.

Jenjang selanjutnya diselesaikan di SMP Negeri 2 Sukodono. Lalu, sekolah menengah atas diselesaikan di SMA Negeri 1 Taman, Sidoarjo.

"Pada 1999, saya kuliah program sarjana di Pendidikan Fisika, FMIPA UNESA. Kemudian 2003, saya melanjutkan di Pascasarjana UNESA, Program Studi Pendidikan Sains konsentrasi Fisika dan lulus tahun 2006," ujar Nadi.

Pada 2013, dia kemudian mengikuti short course selama tiga bulan di National Dong Hwa University, Taiwan. Lalu melanjutkan pendidikan jenjang doktor di kampus tersebut pada 2014 dan meraih gelar Ph.D pada 2017.

Baca juga : Perluas Investasi, BPKH Limited Hadir Di International Islamic Expo 2024

“Saya selalu ingat yang telah guru saya katakan, menjadi guru itu harus terus memberikan yang terbaik dan berbeda dari yang lain,” ucapnya.

Guru Besar UNESA ini berkomitmen akan terus menjalankan tugasnya dengan baik. Termasuk mempublikasikan karya-karya ilmiah di jurnal internasional bereputasi. “Sampai saat ini, saya telah menerbitkan 129 publikasi ilmiah di jurnal bereputasi internasional, Scopus,” beber Prof Nadi.

Nadi berharap, UNESA bisa sejajar dengan kampus-kampus lainnya di dunia. Untuk itu, jabatan yang dipercayakan kepadanya sebagai Direktur Inovasi, Pemeringkatan, dan Publikasi Ilmiah, benar-benar dimanfaatkannya dalam mencapai tujuan tersebut.

“Target saya selanjutnya, yaitu membawa UNESA mencapai rekognisi internasional dalam berbagai bidang, baik secara kelembagaan maupun sumber daya manusia, dan terus bertekad agar UNESA memiliki keunggulan kompetitif dan keunggulan komparatif,” ucapnya.

Rekognisi internasional, lanjut Nadi, di antaranya akan terus memperkuat publikasi internasional yang terindeks Scopus dan penyelenggaran program visiting professor serta fellowship.

“Alhamdulillah selalu ada peningkatan signifikan di UNESA. Yang awalnya tidak masuk di pemeringkatan dunia, tapi sekarang sudah bisa, sekaligus sudah sejajar dengan kampus lain di pemeringkatan internasional,” ujarnya.

Selain mengikuti pemeringkatan, Prof Nadi juga membawa UNESA sebagai kampus yang menunjukkan komitmennya terhadap penanganan perubahan iklim, dengan fokus mengeksplorasi penelitian universitas tentang penggunaan energi dan persiapan untuk menghadapi konsekuensi dari perubahan iklim. 

"Karena hal itu, sejalan dengan Sustainable Development Goals (SDGs) yang diadopsi semua negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) untuk perdamaian dan kemakmuran bagi manusia dan planet Bumi," tuturnya. 

SDGs memiliki 17 tujuan dan 169 target yang diharapkan dapat tercapai pada 2030. SDGs dialihbahasakan menjadi Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia. Tujuan nomor 13 dari 17 tujuan SDGs adalah penanganan perubahan iklim, yaitu mengambil tindakan sesegera mungkin, untuk memerangi perubahan iklim dan dampaknya. Dalam Bahasa Inggris, tujuan ini disebut sebagai climate action yaitu take urgent action to combat climate change and its impacts

“Tentunya hal itu sudah menjadi tugas dan komitmen kami dari seluruh jajaran di UNESA. Membangun kesadaran masyarakat terkait perubahan iklim bukanlah sesuatu yang sederhana, diperlukan sebuah proses dan komitmen yang kuat untuk mewujudkannya,” ucapnya.

Baca juga : Kemendikbudristek Usulkan Tambahan Anggaran 2025

Nadi mengatakan, UNESA sebagai salah satu universitas yang peduli dengan masalah lingkungan merasa terpanggil untuk ikut bertanggung jawab dalam menyelesaikan masalah perubahan iklim.

“Hal penting yang tersirat adalah bagaimana membangun konsep pendidikan yang mampu mewujudkan kesadaran masyarakat dalam menjawab tantangan masalah tersebut,” ucapnya.

Prof Nadi mengungkapkan, UNESA menjadi satu-satunya universitas perwakilan dari Indonesia pada acara The University Impact Forum: Climate Action 2024 yang diselenggarakan di State Oil and Industry University, Baku, Azerbaijan, pada 11-12 September 2024. Dan Prof Nadi menjadi salah satu perwakilan dari UNESA yang menghadiri forum internasional tersebut.

“Alhamdulillah, partisipasi UNESA dalam forum dunia itu, menjadi bukti nyata keseriusan UNESA dalam mewujudkan SDGs nomor 13 tentang climate action,” ucapnya.

Nadi melanjutkan, dalam forum itu diawali dengan sesi opening panel yang membahas seputar alasan urgensinya untuk penanganan climate change. “Dampak perubahan iklim, serta bagaimana universitas dapat menggunakan pengaruhnya terhadap pemangku kepentingan lainnya, dan menjadi duta dalam mitigasi perubahan iklim,” ucapnya.

Para panelis dalam forum itu, kata Prof Nadi, sepakat bahwa perubahan iklim merupakan masalah yang sangat serius dan harus bisa diselesaikan dengan baik, demi masa depan generasi.

“Ke depannya, saya yakin UNESA mampu menguatkan capaian SDGs nomor 13, khususnya dalam pemeringkatan The Impact Ranking tahun berikutnya. Hal ini juga didukung oleh Rektor UNESA Prof Nurhasan, dengan diinisiasi adanya SDGs center di UNESA mulai tahun 2025,” ujarnya. 

Seiring dengan kegiatan tersebut, UNESA kembali mendapat undangan menghadiri United Nations Climate Change Conference or Conference of the Parties of the United Nations Framework Convention on Climate Change (UNFCCC), di Baku, Azerbaijan, pada tanggal 11-22 November 2024 mendatang. 

"Itu adalah forum utama yang menjadi Konferensi ke-29 dalam pertemuan puncak tahunan PBB, untuk aksi internasional dalam mengatasi perubahan iklim, yang sekarang dikenal sebagai Conference of the Parties atau COP29,” pungkas Prof Nadi.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.