Dark/Light Mode

Dialog Kebangsaan Hari Pahlawan

Jejak Sejarah Lagu Indonesia Raya dan Inspirasinya untuk Membangun Nasionalisme

Jumat, 15 November 2024 13:45 WIB
Foto: Ist.
Foto: Ist.

RM.id  Rakyat Merdeka - Dalam rangka memperingati Hari Pahlawan, Universitas Esa Unggul menggelar dialog kebangsaan dengan tema “Lagu Kebangsaan Indonesia Raya, Sejarah Penciptaan & Perannya dalam Membangun Nasionalisme".

Acara ini menghadirkan diskusi mendalam tentang makna dan sejarah lagu kebangsaan, mengajak generasi muda menghidupkan kembali semangat cinta Tanah Air, serta merawat nilai-nilai nasionalisme di era modern.

Dalam diskusi ini, diungkap sejarah lagu Indonesia Raya yang pertama kali diperdengarkan pada Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, dan dipublikasikan pada 10 November 1928.

Lebih dari sekadar melantunkan kembali lagu kebangsaan, acara ini berusaha menggali sejarah dan makna di baliknya, serta membangun kesadaran bahwa lagu Indonesia Raya adalah simbol persatuan dan panggilan bagi seluruh bangsa Indonesia.

Baca juga : Momen Hari Pahlawan, LBH Gema Keadilan Diluncurkan

Cendekiawan Indonesia, yang menjadi keynote speaker dalam acara, Yudi Latif, menyampaikan pemikirannya mengenai peran lagu Indonesia Raya dalam membangkitkan nasionalisme.

Lagu Indonesia Raya bukan hanya simbol patriotisme, tetapi juga pengingat identitas dan semangat perjuangan bangsa,” ungkap Yudi dalam siaran pers yang diterima Jumat (15/11/2024).

Ia menekankan pentingnya melihat lagu Indonesia Raya sebagai sumber inspirasi yang harus terus dihidupkan dalam jiwa generasi muda.

Sementara Pembina dan Penasihat Kolaborasi Perempuan Indonesia Sari W. Pramono menyatakan, perempuan Indonesia memiliki peran penting dalam menanamkan rasa cinta Tanah Air kepada generasi berikutnya.

Baca juga : Perkuat Layanan Premium, Garuda Indonesia Sediakan Fasilitas Berkelas Internasional

“Hal ini perlu terus diperkuat,” ingatnya.

Acara ini juga dihadiri pembicara-pembicara lain, seperti Sejarawan Didi Kwartanada, politisi Angkie Yudistia, Ibu Kembar; Sri Irianingsih dan Sri Rossyati, aktivis Pendidikan informal; serta dosen Fakultas Ekonomi Bisnis Universitas Esa Unggul, Dr. Siti Mariam.

Acara ini berhasil menghadirkan diskusi yang mendorong para peserta untuk melihat Indonesia Raya sebagai bukan sekadar lagu, melainkan simbol pemersatu yang berharga.

Lagu kebangsaan ini akan terus menginspirasi, mengingatkan kita untuk merawat persatuan, meresapi budaya bangsa, dan menjaga warisan luhur dalam berbagai peran yang diambil oleh generasi muda dan perempuan Indonesia.

Baca juga : Jasa Raharja Raih Penghargaan Indonesia Best Insurance Awards 2024

Dialog Kebangsaan di Universitas Esa Unggul ini diharapkan dapat membangun antusiasme baru di kalangan generasi muda untuk semakin mencintai dan melestarikan warisan kebangsaan.

Dengan pemahaman yang lebih mendalam mengenai sejarah Indonesia Raya, para peserta diharapkan mampu menghargai pengorbanan para pahlawan yang telah berjuang demi bangsa.

Harapannya, acara ini tidak hanya sekadar menjadi perayaan tahunan, tetapi menjadi panggilan bagi setiap anak bangsa untuk terus berkontribusi dalam memajukan Indonesia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.