Dark/Light Mode

ITB Hadirkan Solusi Air Bersih untuk Kampung Kalilam, Merauke

Senin, 25 November 2024 13:00 WIB
Tim ITB foto bersama dengan Kepala Distrik Kimaam (Foto: Dok. ITB)
Tim ITB foto bersama dengan Kepala Distrik Kimaam (Foto: Dok. ITB)

Institut Teknologi Bandung (ITB), melalui program Pengabdian Masyarakat, berhasil menghadirkan solusi untuk permasalahan suplai air bersih yang selama ini dihadapi penduduk Kampung Kalilam, Merauke, Papua Selatan. Program ini diketuai Rofiq Iqbal, dengan dukungan teknologi yang dirancang untuk mendukung kehidupan masyarakat kampung terpencil di wilayah 3T.

Sebelum adanya program pengabdian masyarakat dari ITB ini, penduduk Kampung Kalilam menghadapi tantangan besar dalam memenuhi kebutuhan air bersih, dengan air rawa yang digunakan untuk mandi dan mencuci meskipun kualitasnya buruk, berwarna cokelat, dan mengandung banyak sedimen. Air minum bergantung pada tampungan air hujan yang sangat dipengaruhi cuaca, sementara sebagian kecil lainnya menggunakan air sumur yang berlokasi sekitar 1 kilometer dari pemukiman. Keterbatasan ini berdampak langsung pada kualitas hidup masyarakat.

Seorang penduduk kampung sedang mencuci menggunakan air rawa (Dok.ITB)

Program ini dilaksanakan pada 17–20 Oktober 2024 di Kampung Kalilam, Distrik Kimaam, Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Tim ITB merancang dan memasang panel surya untuk menggerakkan pompa air, karena kampung ini tidak memiliki suplai listrik dari PLN. Selain itu, tim juga mengadakan dan memasang filter membran ultrafiltrasi IGW Home Ultrafilter buatan Prof I Gede Wenten untuk menjernihkan air agar dapat digunakan masyarakat.

Baca juga : 3 Paket Dukungan dari @dikelastengah untuk Pramono-Rano di Pilkada Jakarta

“Teknologi filter ini dirancang untuk menjawab kebutuhan masyarakat dengan cara yang sederhana namun efektif. Dengan memanfaatkan gravitasi, teknologi ini tetap dapat menghasilkan air bersih berkualitas tinggi tanpa memerlukan energi tambahan,” ungkap Rofiq Iqbal.

Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari permintaan Rico, Penanggung Jawab Kampung Kalilam sekaligus Kepala Distrik Kimaam, melalui aplikasi desanesha. Aplikasi ini bekerja sama antara kampus ITB dengan Kementerian Desa untuk memudahkan Kepala Desa menyampaikan masalah nyata di lapangan terkait Indikator Desa Membangun (IDM) kepada pakar ITB, termasuk permasalahan suplai air bersih di Kampung Kalilam.

Dalam wawancara pada Sabtu, 19 Oktober 2024, Kepala Badan Usaha Milik Kampung (BUMKAM) Paharuddin menyampaikan bahwa program ini sangat dinantikan masyarakat, mengingat sulitnya mendapatkan air bersih yang layak.

Baca juga : Manfaatkan Jalur KA untuk Tangani Truk ODOL

Pemasangan panel surya (Dok. ITB)

Setelah program dilaksanakan, masyarakat Kampung Kalilam kini dapat merasakan aliran air bersih langsung ke rumah mereka melalui jaringan perpipaan yang terhubung dengan pompa air. Sistem penyediaan air bersih ini menjadi solusi yang sangat membantu, terutama bagi masyarakat yang sebelumnya harus berjalan jauh untuk mengambil air sumur.

Masyarakat langsung menampung air ketika pompa berhasil dioperasikan (Dok. ITB)

Masyarakat Kampung Kalilam berharap, program ini dapat terus ditingkatkan, dengan pemanfaatan air hasil filtrasi tidak hanya untuk kebutuhan sehari-hari tetapi juga untuk kegiatan ekonomi seperti penjualan ke kampung tetangga atau kapal yang melintas. Mereka juga menginginkan peningkatan kapasitas listrik agar filter air berteknologi UV yang telah ada di rumah pompa dapat beroperasi, serta perluasan jaringan perpipaan agar seluruh RT mendapatkan akses air bersih secara merata.

Program Pengabdian Masyarakat ITB membuktikan bahwa inovasi teknologi mampu menjadi solusi efektif untuk mengatasi permasalahan di daerah terpencil. Dengan dukungan pemerintah dan kolaborasi berbagai pihak, Kampung Kalilam kini memiliki akses air bersih yang lebih baik, memberikan dampak positif bagi kehidupan masyarakat. Keberlanjutan program ini diharapkan dapat dimaksimalkan untuk jangka panjang. "Kami berharap ini menjadi awal yang baik untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat di Kampung Kalilam," ujar Rico.

Baca juga : Cek Distribusi Pupuk Bersubsidi di Lampung, Zulkifli Turun ke Sawah-sawah

Foto bersama masyarakat Kampung Kalilam (Dok. ITB)

Raihan, M.B
Raihan, M.B
Mahasiswa Program Studi Rekayasa Infrastruktur Lingkungan, Fakultas Teknik Sipil dan Lingkungan, ITB

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.