Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
FIKES UNAS Sukses Gelar International Conference on Health Sciences ke-2
Minggu, 24 November 2024 18:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Nasional (FIKES UNAS) sukses menyelenggarakan The 2nd International Conference on Health Sciences (ICHS) dengan mengusung tema Manajemen Perawatan Luka dan Terapi Komplementer dalam Kesehatan Holistik di Kawasan Asia. Konferensi internasional ini dilaksanakan secara hybrid, Sabtu (2/11/2024), di Gedung Auditorium UNAS, serta melalui platform Zoom Meeting.
ICHS 2024 adalah konferensi internasional kedua yang bertujuan untuk memperkuat kolaborasi antar peneliti di bidang ilmu kesehatan, khususnya yang berasal dari luar negeri. Konferensi ini juga memberikan kesempatan kepada para peneliti untuk mempublikasikan karya ilmiah mereka di jurnal internasional terkemuka. Salah satu tujuan penting dari konferensi ini adalah untuk menyebarluaskan hasil penelitian kepada komunitas ilmiah global, serta memperluas jangkauan dan pengaruh penelitian yang dilakukan.
Konferensi ini menghadirkan lima pembicara terkemuka di bidang kesehatan, di antaranya: Direktur BPJS Kesehatan Prof Ali Ghufron Mukti, pakar dari Departemen Program Keperawatan Universitas Lincoln Malaysia Prof Farida Mohd Said, pakar dari Departemen Keperawatan Universitas Medipol Istanbul Turki Vildan Cakar, pakar dari Universitas Saint Paul Filipina Elizabeth Coronel, dan pakar dari Universitas Prince of Songkla Thailand Associate Prof Sophen Chunuan.
Konferensi ini juga dihadiri Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UNAS Prof Retno Widowati serta seluruh panitia yang dipimpin oleh Ns Naziyah, yang telah memberikan kontribusi besar dalam kelancaran acara ini.
Baca juga : BPKH Sukses Gelar Forum Keuangan Haji Internasional Di JCC
Ketua Panitia ICHS 2024, Ns Naziyah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa tema konferensi ini sangat relevan dengan kebutuhan masyarakat Asia yang semakin mendambakan pelayanan kesehatan holistik. Perawatan luka dan terapi komplementer menjadi bagian yang sangat penting dalam penelitian dan pengabdian masyarakat, terutama yang dikembangkan oleh Fakultas Ilmu Kesehatan UNAS.
"Konferensi ini merupakan bagian dari perayaan Dies Natalis ke-75 Universitas Nasional dan sejalan dengan visi serta misi Fakultas Ilmu Kesehatan, yang bertujuan untuk menjadi lembaga pendidikan ilmu kesehatan swasta terkemuka di Indonesia yang profesional dan unggul dalam pengembangan ilmu dan penelitian kesehatan holistik," ujar Ns Naziyah.
Pihaknya berharap, konferensi ini tidak hanya memberikan manfaat jangka pendek, tetapi juga dapat memperkaya pengetahuan dan memberikan wawasan baru yang berguna untuk kemajuan ilmu kesehatan di kawasan Asia.
Sementara itu, Dekan FIKES UNAS, Prof Retno Widowati menyatakan, konferensi ini diharapkan menjadi platform pertukaran ilmu pengetahuan yang kaya dan memperkuat jaringan kerja sama internasional di bidang kesehatan. "Melalui acara ini, tidak hanya ada pertukaran pengetahuan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat hubungan akademis lintas negara, yang pada akhirnya dapat membawa dampak positif bagi dunia kesehatan, khususnya di Asia," ujarnya.
Baca juga : Telkom Sabet Penghargaan Internasional Di Golden World Award 2024
Keynote Speaker Prof Ali Ghufron Mukti mengungkapkan, konferensi ini sangat penting untuk mendalami pengembangan ilmu keperawatan, sekaligus mendukung upaya peningkatan perawatan pasien secara lebih efektif dan holistik, terutama di tengah era digitalisasi yang semakin berkembang.
Salah satu sesi utama menghadirkan Maria Elizabeth Coronel Baua dari Universitas St. Paul, Filipina, yang mengupas tentang peran penting keperawatan dalam mendukung profesionalisme pelayanan kesehatan di era digital. Coronel Baua menekankan bahwa nilai "kepedulian" adalah inti dari profesi keperawatan, yang harus tetap dijaga meskipun teknologi terus berkembang.
"Perawatan bukan hanya tentang prosedur medis, tetapi juga tentang memberikan motivasi dan nilai moral yang terkandung dalam profesi keperawatan. Di era digital ini, kita harus berkomitmen untuk mempertahankan nilai kemanusiaan di tengah pesatnya perkembangan teknologi," tuturnya.
Selanjutnya, Prof Retno Widowati memaparkan mengenai manfaat madu sebagai agen topikal penyembuhan luka. Menurutnya, madu memiliki kandungan antibakteri yang bermanfaat dalam mencegah infeksi dan mempercepat proses penyembuhan luka, yang sudah digunakan sejak zaman Mesir Kuno, Yunani, dan Roma.
Baca juga : ASEAN Women Entrepreneurs Conference 2024 Dorong Masa Depan Berkelanjutan
Topik lain yang turut dibahas dalam konferensi ini adalah mengenai perawatan luka kronis, yang disampaikan oleh Vildan Cakar dari Universitas Medipol, Istanbul, Turki. Cakar memaparkan dampak serius dari luka kronis, seperti luka tekan, ulkus kaki diabetes, dan ulkus vena, yang tidak hanya mempengaruhi kualitas hidup pasien, tetapi juga memberikan beban ekonomi yang besar. Perawatan luka kronis memerlukan pendekatan komprehensif, di mana kerja tim yang solid sangat diperlukan untuk mencapai hasil yang optimal.
Konferensi ini ditutup Dekan FIKES UNAS, Prof Retno Widowati, yang menyampaikan apresiasi atas kelancaran seluruh rangkaian acara, baik yang dihadiri langsung maupun secara daring. Sesi tanya jawab yang interaktif memperkaya diskusi dan menambah dinamika acara ini, dengan berbagai pengetahuan yang dibagikan oleh para ahli di bidang kesehatan.
"Semoga konferensi ini dapat memberikan manfaat pengetahuan dan wawasan yang mendalam, serta menginspirasi para peserta untuk terus mengembangkan inovasi dan kolaborasi dalam dunia kesehatan, khususnya dalam perawatan luka dan terapi komplementer," tutupnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya