Dark/Light Mode

Pelajar RI Bersaing di KIWI Challange 2024, Raih Kesempatan Studi di Selandia Baru

Sabtu, 7 Desember 2024 17:53 WIB
Para pemenang Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia (KIWI) Challange 2024. (Foto: Istimewa)
Para pemenang Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia (KIWI) Challange 2024. (Foto: Istimewa)

RM.id  Rakyat Merdeka - Puluhan siswa dan mahasiswa dari seluruh Indonesia bersaing dalam Kompetisi Ide Wirausaha Indonesia (KIWI) Challange 2024. Para pelajar dan mahasiswa dalam kompetisi ini merancang sebuah ide bisnis yang dapat membantu Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM).

Setidaknya, terjaring 50 proposal dalam bentuk video yang dijaring sejak mulainya kompetisi ini pada 21 September 2024. Proposal para pelajar dan mahasiswa ini dikurasi langsung pelaku wirausaha, akademisi, hingga perwakilan dari Universitas of Otago, Selandia Baru, dan Education New Zealand. Hingga, pada puncak KIWI Challange, ditetapkan 10 finalis yang bertanding di Jakarta. Para finalis memperebutkan hadiah mencapai Rp 50 juta.

"Ini memang kompetitif. Kita berusaha untuk fair juga untuk melihat siapa yang mampu memberikan ide terbaik, mulai dari submit video itu dilihat seperti apa kontennya, bagaimana bisnisnya sesuai tema yang diberikan," jelas Market Manager Education New Zealand for Indonesia & Malaysia, Naluri Bella Wati, di dalam Acara Puncak KIWI Challange 2024, Sabtu (7/12/2024).

Pada acara puncak ini, peserta diuji bagaimana kemampuan bercerita, persentasi publik terhadap apa yang akan mereka kerjakan. Peserta ditantang untuk bisa menjelaskan kekuatan ide bisnisnya demi menjawab kebutuhan yang ada di masyarakat melalui UMKM.

Kompetisi yang juga didukung ICAN Education ini juga diharapkan mampu memicu generasi muda untuk mampu mengembangkan ide bisnis. UMKM dijadikan dasar ide karena merupakan salah satu tonggak ekonomi yang berasal dari masyarakat.

Baca juga : Pesan Eks Napiter di Pilkada 2024: Jaga Kesatuan dan Persatuan NKRI

"Kami juga melihat anak-anak sekarang, SMA terutama, sangat aware dan penduli dengan kompetisi bisnis seperti ini. Mereka aktif di dunia entrepreneurship," sambung Naluri.

Kenalkan Pendidikan Selandia Baru Hingga Kesempatan Studi di Otago

Market Manager University of Otago Regional South East Asia and Europe, Sarah Ewing, menambahkan jika kompetisi ini sangat menarik bagi pihaknya. Ia ingin melihat sekaligus mendukung kemampuan generasi muda Indonesia.

Sarah menegaskan, pihaknya tak hanya menjadi juri pada kompetisi ini. Namun juga mempersiapkan hadiah bagi para pemenang berupa kesempatan magang virtual atau virtual internsip.

"Juara satunya akan mendapatkan kesempatan virtual internship. Tujuannya untuk memberikan pengalaman belajar di Otago khususnya program entrepreneurship di Otago, dan kesempatan belajar ini akan dimulai semester depan di bulan Februari," ungkap Sarah.

Baca juga : BPJS Kesehatan Prediksi Aset Bersih DJS Kesehatan 2024 Masih Positif

Dia berharap, lewat kompetisi ini, pelajar maupun mahasiswa dapat mengenal University of Otago. Termasuk mengenal bagaimana studi di Selandia Baru. "Semoga dengan acara ini juga kita bisa menarik pelajar, untuk memperkenalkan sistem pendidikan New Zealand," tutur Sarah.

Hidupkan Gairah Wirausaha

Setelah memaparkan ide bisnis masing-masing, ditetapkan tiga tim terbaik dari kategori SMA dan Universitas sebagai juara. Juga dipilih dua pemenang People's Choice Award yang memiliki video ide bisnis dengan like terbanyak di media sosial. Juara pertama berhak mendapatkan hadiah e-voucher Rp 10 juta, juara kedua e-voucher Rp 8 juta, dan juara ketiga e-voucher Rp 5 juta. Sementara People's Choice Award mendapatkan hadiah e-voucher masing-masing Rp 2 juta.

Juara Kategori Universitas

  1. Petra Christian Universtiy: Partify
  2. Petra Christian University: Meatup
  3. UPH: LocalNih.

Juara Kategori SMA

  1. USG Education: LAW4MSME
  2. USG Education: Brand-To-Bee
  3. USG Education Futureminds.

Ditetapkan People Choice Award di antaranya UPH: LocalNih, dan USG Education: Brand-To-Bee.

Perwakilan Kategori Pelajar dari USG Education, David Francis menyebut timnya menghadirkan fitur Artificial Intelligent (AI) BOT yang mampu memfasilitasi edukasi peraturan perundang-undangan atau hukum di Indonesia. Sehingga pelaku usaha seperti UMKM bisa memahami maupun mengerti regulasi saat menjalankan bisnis.

Sedangkan dari kategori universitas, perwakilan dari Petra Christian Universtiy, Ivana Putri Aninda bersama timnya menghadirkan platform Partify yang bisa menghubungkan pemilik usaha dengan pencari kerja. Ide platform ini hadir karena banyak pelaku usaha yang kekurangan pekerja ketika momen tertentu, seperti hari raya keagamaan.

Baca juga : LPKR Berkomitmen Bangun Budaya Kesukarelaan di Seluruh Indonesia

Ivana bersyukur lewat KIWI Challange ini akhirnya idenya bisa terpancing untuk dieksekusi. Dia menjelaskan, lewat kompetisi ini sadar banyak generasi muda yang peduli dalam pengembangan wirausaha.

"Saya bisa lihat orang punya banyak perspektif soal bisnis. Menurut saya di KIWI Challange ini sangat berguna," tutur Ivana.

Salah satu pemenanag People's Choice Award, dari Universitas Pelita Harapan (UPH) dengan platform LocalNih, Richia Ruella, menambahkan jika raihannya timnnya tak cuma diraih lewat membagikan videonya. Tapi tentu ide proposal bisnis yang dituangkan pada video tersebut juag dipikirkan dengan matang.

"Pada akhirnya KIWI ini membantu kami menghidupkan inovasi entrepreneurship. Mulai memetakan masalah dan mencoba menghadirkan solusi bagi UMKM terhadap bisnisnya," tutup Richia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.