Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Kunjungi Malaysia, UNAS Gandeng APM Universiti Malaya Jalin Kerja Sama Strategis
Kamis, 19 Desember 2024 23:11 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Delegasi Universitas Nasional (UNAS) melakukan kunjungan ke Akademi Pengajian Melayu (APM) Universiti Malaya (UM), Malaysia, Kamis (12/12/2024). Agenda kunjungan ini untuk melakukan penandatanganan Implementation Arrangement (IA) dan mengikuti Seminar Internasional Penyelidikan Rumpun Melayu.
Delegasi UNAS dipimpin Wakil Rektor Bidang Penelitian, Pengabdian Kepada Masyarakat dan Kerjasama Prof Ernawati Sinaga. Turut hadir Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni Prof Suryono Efendi, Kepala Biro Administrasi Kerja Sama Irma Indrayani, Kepala Pusat Studi Ketahanan Nasional Iskandarsyah Siregar, Dekan FBP Fachruddin M Mangunjaya, dan beberapa Kaprodi di lingkungan Universitas Nasional.
Dalam sambutannya, Prof Ernawati Sinaga mengatakan, kedatangan delegasi UNAS ke APM UM untuk menindaklanjuti kerja sama yang telah dibahas sebelumnya. Menurutnya, kerja sama ini penting bagi kedua pihak, untuk sama-sama saling melestarikan budaya Melayu, apalagi Indonesia dan Malaysia merupakan negara yang masih satu rumpun.
Prof Erna mengatakan, kedua pihak akan melakukan penelitian bersama, penerbitan artikel di jurnal ilmiah, serta buku-buku. “Adapun yang akan kami lakukan adalah penelitian kemudian penerbitan artikel ilmiah di jurnal-jurnal, penerbitan buku-buku dan tentu diikuti hal-hal lain yang biasa dilakukan, seperti Student Mobility ataupun Visiting Professor,” katanya, seperti keterangan yang diterima redaksi, Kamis (19/12/2024).
Prof Erna berharap, kerja sama yang dilakukan ini bisa memberikan manfaat kepada UNAS dan APM UM dan dapat mengimplementasikan poin-poin yang dikerja samakan secara konkret.
Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UM Prof Kaharudin Dimyati menyampaikan, APM UM menyambut baik kerja sama ini dalam rangka mendorong kemajuan pendidikan di Indonesia dan Malaysia. Prof Kaharudin juga mengatakan, kolaborasi antara dua universitas sangat diperlukan untuk mencapai hal yang dicita-citakan bersama.
Baca juga : Dubes Malaysia Mohamad Hasrin Tengku Hussin Bahas Kerja Sama Dengan Wagub Yogyakarta
Ia juga mengapresiasi, kerja sama ini diawali dengan diadakannya seminar antarbangsa yang diikuti dosen baik dari UNAS maupun APM UM. “Kita harap dengan kerja sama ini dapat memberikan manfaat yang lebih baik,” katanya.
Usai sesi sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan IA. Program Studi (Prodi) di UNAS yang menandatangani IA yaitu, Prodi Sastra Indonesia yang ditanda tangani Arju Susanto (Ketua Prodi), Prodi Pariwisata ditanda tangani Gagih Pradini, (Ketua Prodi), dan Prodi Ilmu Komunikasi ditanda tangani Djudjur Luciana Radjagukguk (Ketua Prodi). Pihak APM UM yang menandatangani IA yaitu Dekan Akademi Pengajian Melayu Associate Professor Sabzali Musa Kahn.
Seluruh penandatanganan IA disaksikan Prof Ernawati Sinaga dan Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi UM Prof Kaharudin Dimyati.
Terdapat juga prosesi penyerahan buku berjudul “Research Methodology” yang ditulis Iskandarsyah Siregar dan buku berjudul “Pengaruh Asing Dalam Kebijakan Nasional” karya Irma Indrayani, kepada Wakil Rektor Bidang Riset dan Inovasi University of Malaya Prof Kaharudin Dimyati, Dekan APM UM Prof Sabzali Musa Kahn. Kemudian, penyerahan LoA dan pengakuan karya kepada Iskandarsyah Siregar atas artikel yang telah diterima di jurnal bereputasi terindeks MyCite dan Modul Terapi Berbasis Visual Art.
Seminar Antarbangsa
Sebagai implementasi dari kerja sama, UNAS bersama APM UM, menyelenggarakan Seminar Antarbangsa Penyelidikan Rumpun Melayu. Dekan Akademi Pengajian Melayu Associate Prof Sabzali Musa Kahn mengapresiasi seminar ini yang diselenggarakan UNAS dan APM UM.
Baca juga : Kunjungi Pesantren Muhammadiyah, Gibran Cek Program Makan Bergizi Gratis
Ia percaya, kolaborasi ini merupakan langkah yang baik dalam memberikan ruang diskusi kepada akademisi dunia dan juga dari Indonesia, terutama jika berbicara tentang rumpun ilmu Melayu. Sabzali berharap, seminar ini bukan hanya membahas mengenai rumpun ilmu Melayu, namun juga rumpun ilmu lain.
“Saya yakin dengan kolaborasi yang ada ini, kita bukan hanya melihat kepada bidang rumpun Melayu, namun juga kepada bidang-bidang lain juga,” katanya.
Seminar Antarbangsa diisi dengan pemaparan materi, baik dari pihak UNAS maupun APM UM. Seminar dibagi menjadi dua sesi, pada sesi pertama dimoderatori oleh Samsur Rijal Yahaya dari Universiti Malaya.
Adapun pembicara pada sesi pertama diantaranya yaitu, Dekan Akademi Pengajian Melayu Associate Prof Sabzali Musa Kahn, dengan judul materi “Terapi Seni Lukis Meningkat Espresi Diri dan Kerjaya dalam Kalangan Orang Kelainan Upaya”, Ketua Program Studi Sastra Jepang UNAS Wawat Rahwati dengan judul materi “Kontribusi pemikiran Sutan Takdir Alisjahbana terhadap Dinamika Bahasa, Sastra, Budaya di Era Teknologi Digital”, Ketua Program Studi Pariwisata Gagih Pradini dengan judul “Diplomasi Indonesia Dalam Mewujudkan Pariwisata Halal Melalui Komunikasi Multikultural”, serta Dekan Fakultas Biologi dan Pertanian Fachruddin M Mangunjaya, dengan judul “Program Ekopesantren Sebagai Model Lingkungan yang Lebih Baik di Dunia Muslim”.
Kemudian, sesi kedua 2 diisi dengan paparan materi oleh Prof Indirawati Zahid, dengan judul “Ketamadunan: Anjakan Paradigma Pemikiran”, Samsur Rijal Yahaya, dengan judul “Multidisiplinari sebagai Wahana Dinamika Penyelidikan Masa Kini”, serta Iskandarsyah Siregar judul materi “Membaca Dunia dan Fenomenanya dengan Kebijaksanaan Linguistik”. Sesi kedua dimoderatori Kepala Biro Administrasi Kerja Sama UNAS Irma Indrayani. Kegiatan ini diakhiri dengan pemberian cinderamata kepada seluruh pembicara serta moderator, foto bersama dan ramah tamah.
Di tempat terpisah, Delegasi UNAS yang dipimpin Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan, dan Alumni Prof Suryono Efendi, terdiri dari pimpinan Program Studi dari tiga Fakultas, yaitu Fakultas Biologi dan Pertanian, Fakultas Teknik dan Sains, serta Fakultas Teknologi Komunikasi dan Informatika melakukan kunjungan ke Department of Science and Technology Studies (STS) Universiti Malaya.
Baca juga : Menkomdigi RI dan Mendagri Australia Kerja Sama Perangi Ancaman Digital
Kedatangan delegasi disambut hangat jajaran pimpinan Universiti Malaya, diantaranya yaitu, Prof Suffian Mohammad Annur selaku Kepala Institut Ilmu Biologi, Prof Azizan Baharudin, dan Associate Profesor Ng Boon Kwee selaku Head of Department of Science and Technology Studies, Faculty of Science, University of Malaya.
Dalam sambutan pembukaan, Prof Suffian memaparkan profil Department of Science and Technology Studies (STS). Ia menjelaskan bahwa departemen yang ia pimpin, berdiri sejak 1997. STS Universiti Malaya fokus mengintegrasikan kajian ilmiah dengan pendekatan interdisipliner yang mencakup dimensi sosial, ekonomi, budaya, hingga kebijakan publik terkait Sains dan Teknologi.
“Departemen ini tidak hanya mengembangkan riset berbasis ilmu pengetahuan, tetapi juga memperhatikan dampaknya pada masyarakat. Kami berharap kunjungan ini dapat menjadi langkah awal bagi kolaborasi strategis dengan UNAS,” ujar Suffian.
Sementara itu, Prof Suryono menyampaikan apresiasi atas sambutan hangat Universiti Malaya. Prof Suryono mengungkapkan bahwa Universiti Malaya merupakan mitra strategis bagi UNAS untuk memperkuat kapasitas akademik dan riset. “Sebagai Universitas yang masuk dalam peringkat 10 besar di ASEAN dan peringkat ke-60 dunia, Universiti Malaya dapat menjadi mitra strategis bagi UNAS untuk memperkuat kapasitas akademik dan riset,” ungkapnya.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya